Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kawah Sikidang di Dieng dan Legenda Perjodohan Ratu Sinta dengan Pangeran Kidang Garungan

Dataran tinggi Dieng, Wonosobo, menawarkan pemandangan alam yang memesona.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kawah Sikidang di Dieng dan Legenda Perjodohan Ratu Sinta dengan Pangeran Kidang Garungan
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Kawah Sikidang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis dan Hermawan Handaka

TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Dataran tinggi Dieng, Wonosobo, menawarkan pemandangan alam yang memesona.

Bahkan, kawah beracun di kawasan ini pun tak pernah sepi pengunjung.

kawah
Tak pernah sepi pengunjung. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Ada tiga kawah yang sayang dilewatkan, yakni Kawah Timbang, Kawah Sinila dan Kawah Sikidang.

Letupan air yang muncul akibat pemanasan air tanah oleh magma menjadi pemandangan yang sayang dilewatkan di tiga tempat ini.

Sebenarnya, ketiga kawah ini termasuk area berbahaya lantaran menyemburkan gas karbondioksida (CO2).

Jika terlalu banyak terhirup, gas ini membahayakan tubuh.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari ketiganya, Kawah Timbang merupakan kawah penghasil gas CO2 terbesar di Dieng.

Tak jauh dari Kawah Timbang, ada Kawan Sinila. Kawah ini tercatat pernah meletus tahun 1979 yang mengakibatkan 149 warga Dieng meninggal dunia.

Letusan Kawah Sinila membuat rekahan tanah yang memanjang hingga Kawah Timbang sehingga meningkatkan volume gas beracun.

Saat itu, warga yang berusaha menyelamatkan diri justru terjebak di hamparan gas beracun dari Kawah Timbang.

Sementara, Kawah Sikidang menjadi kawah yang sering dikunjungi wisatawan.

melihat
Melihat burung hantu. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Konon, kawah ini terbentuk karena legenda perjodohan Ratu Sinta Dewi dengan Pangeran Kidang Garungan.

Ratu Sinta Dewi meminta bukti cinta Pangeran Kidang lewat pembuatan sumur yang sangat dalam.

Ternyata, permintaan itu hanya strategi Ratu Sinta agar tidak menikah dengan Pangeran Kidang karena wajah sang pangeran yang tidak tampan dan mirip kidang (Bahasa Indonesia rusa).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas