Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wisata NTT

Nusa Kutu yang Eksotis, Terpisah dari Daratan Flores, Kini Dihuni Kambing

Karena gempa, Nusa Kutu di NTT yang dulu menyatu dengan daratan Flores itu terpisah. Kini cuma dihuni kambing.

Nusa Kutu yang Eksotis, Terpisah dari Daratan Flores, Kini Dihuni Kambing
Pos Kupang/Aris Ninu
Nusa Kutu yang terpisah dari daratan sejak 1992. Kini dihuni kambing-kambing. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE -- Menyambangi Wair Nokerua tak lengkap rasanya bila tidak meringankan langkah menapaki pulau kecil nan eksotis di sisi baratnya.

Pulau yang tidak termasuk dalam gugusan pulau yang ada di kabupaten Sikka ini seakan luput dari perhatian.

Namun pulau mungil yang dulunya bergabung dengan daratan ini tampak bak seorang bayi diapit dua bukit di depannya yang bisa diibaratkan orang tua baginya.

Saat mengabadikan pemandangan di sekitar Wair Nokerua, Sabtu ( 2/01/2016) pagi Pos Kupang terpesona oleh sebuah pulau kecil yang terlihat hanya beberapa ratus meter di depannya. Pulau gersang yang ditumbuhi rerumputan dan beberapa pohon kecil ini terasa mempesona di sekitar hamparan sawah yang terendam air asin.


Wisatawan sedang selfie di Nusa Kutu (instagram: jalanjalanflores)

Uniknya pulau ini, jika air laut surut dari kejauhan terlihat beberapa pohon dan deretan pasir yang tersusun rapi bak jembatan menyatukan dirinya dengan daratan. Pasir putih dan bebatuan tersebut sebagai jalan penghubung antara daratan dan sang pulau. Ketika air pasang maka jembatan ini akan hilang dan tinggalah sang pulau menyendiri.
Hutan Bakau

Pulau Nusa Kutu berjarak sekitar 20 kilometer arah barat Kota Maumere, Jika dilihat dari kejauhan, Pulau Nusa Kutu berada di ujung daratan selat.

Di perairan selat tersebut dipenuhi keramba - keramba mutiara yang dibudidayakan. Di pesisir Pantai Nanga terdapat beberapa rumah darurat yang dibangun nelayan Bajo asal Wuring untuk melepas penat selepas melaut.

Kepenatan terbayar ketika menatap dua bukit Nanga yang gersang sambil memandangi genangan air laut di areal persawahan.

Rimbunan pohon bakau menjadikan aneka burung betah beterbangan memperdengarkan suara kicauan. Melepas penat sebentar dibawah puluhan pohon asam yang berjejer di pesisir pantai, perjalanan pun terpaksa dilanjutkan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas