Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kain Tenun Produk Dusun Sejatidesa di Sleman Ini Begitu Halus, Tak Percaya Buktikan Saja!

Produk kain tenun Dusun Sejatidesa di Sleman Yogyakarta ini begitu halus. Tak percaya, buktikan sendiri ke lokasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kain Tenun Produk Dusun Sejatidesa di Sleman Ini Begitu Halus, Tak Percaya Buktikan Saja!
Foto-foto: Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Aktivitas menenun manual di Dusun Sejatidesa di Sleman Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Di tengah suasana desa yang masih asri dan tenang, suara kayu yang saling beradu nyaring terdengar.

Suara tersebut berasal dari kegiatan menenun yang dilakukan hampir setiap rumah di Dusun Sejatidesa, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Desa tersebut telah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra tenun di Sleman.

Dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terbuat dari kayu, puluhan warga Sejatidesa yang sebagian besar adalah ibu-ibu setiap harinya menghasilkan stagen.


Sumirah menunjukan kerajinan yang diproduksinya di Dusun Sejatidesa di Sleman Yogyakarta.

Sumirah (34) satu diantara warga Sejatidesa penenun kain yang biasa digunakan sebagai ikat pinggang oleh wanita Jawa tersebut mengatakan, pekerjaan menenun telah dilakukan warga desa tersebut sejak puluhan tahun lalu.

Saat ini setidaknya ada sekitar 70 pengrajin tenun di desa tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ibu saya yang saat ini berumur lebih dari 60 tahun telah menekuni pekerjaan membuat stagen sejak dia masih remaja,” ujar Sumirah saat ditemui di kediamannya.

Hingga saat ini anak dan ibu ini masih masih menenun memproduksi stagen.

Dengan dua buah ATBM yang diletakan dibelakang rumah mereka, dengan telaten Sumirah dan ibunya yang bernama Leginem merangkai ratusan helai benang menjadi stagen.

Memang, untuk menghasilkan stagen perlu waktu yang panjang, ketelatenan, dan kesabaran.


Aktivitas menenun manual di Dusun Sejatidesa di Sleman Yogyakarta.

Sebagian besar stagen yang dihasilkan warga Sejatidesa adalah tenunan polos berwarna hitam.

Tetapi sejak tiga tahun yang lalu, berkat dorongan dan pemberdayaan oleh komunitas bernama Dreamdelion, Sumirah memproduksi stagen berwarna-warni dan motif yang unik.

Baik stagen polos maupun motif, proses pembuatanya sama saja.

Dijelaskan Sumirah, ratusan helai benang harus ditata dulu sebelum dimasukan ke alat tenun. Proses penataan benang ini disebut sekir.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas