Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerupuk, Keripik dan Rempeyek, Sama-sama Garing dan Gurih, Tapi Ini Bedanya

Ini dia beda asyik makan kerupuk, keripik dan rempeyek.

Kerupuk, Keripik dan Rempeyek, Sama-sama Garing dan Gurih, Tapi Ini Bedanya
Sajian Sedap

Keripik biasanya dibuat dari buah, umbi, atau, sayuran. Sama halnya seperti kerupuk, keripik dapat dikonsumsi sebagai camilan atau dijadikan pelengkap pada makanan.

       Variasi keripik yang paling populer adalah keripik kentang, keripik singkong, dan keripik pisang. Selain itu, ada  keripik nangka, emping, keripik apel, keripik bayam, keripik belut, keripik ceker, keripik durian, keripik jamur, keripik nangka, keripik oncom, keripik salak, keripik sanjay atau kripik singkong balado, keripik sukun, keripik tempe, keripik teripang, dan keripik ubi, terbuat dari ubi jalar.


 Rempeyek

       Di Jawa dikenal juga dengan naman peyek. Rempeyek yang paling umum adalah rempeyek kacang yang dibuat dari adonan tepung beras, bawang putih, garam, kemiri, ketumbar, irisan daun jeruk, santan, air kapur, telur, dan bumbu lain yang dihaluskan, lalu ditambah potongan kacang tanah. Kemudian adonan digoreng dalam minyak panas pada sisi wajan dengan menggunakan sendok, karena adonan berbentuk cair.

       Selain kacang tanah, ikan teri, kacang kedelai, kacang hijau, rebon, ebi, bayam, laron, atau ikan bilis juga sering digunakan sebagai pengganti kacang. Di Jawa, rempeyek biasanya dijadikan teman makan pecel.

       Baik kerupuk, keripik, maupun rempeyek yang sudah digoreng harus disimpan di dalam wadah kedap udara dan kelembaban rendah untuk menjaga kerenyahan. Jika dibiarkan di udara terbuka selama lebih dari beberapa jam, maka akan mulai melunak dan kenyal. (SCI/ dari berbagai sumber)

Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Sajian Sedap
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas