Tribun

Wisata NTT

Benteng None yang Misterius di NTT, Kurang Diminati Wisatawan Lokal Tapi Disukai Turis Asing

Benteng None di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini kurang diminati wisatawan lokal tapi disukai turis asing.

Editor: Agung Budi Santoso
Benteng None yang Misterius di NTT, Kurang Diminati Wisatawan Lokal Tapi Disukai Turis Asing
Pos Kupang/ Jumal Hauteas
Pintu masuk Benteng None di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. 

Sedangkan dari arah timur, barat, dan utara tidak bisa ditembusi oleh musuh karena merupakan tebing batu.

Tauho menuturkan, dibenteng ini sendiri terdapat tiga ritual adat yang harus dilaksanakan sebelum menyatakan perang terhadap musuh yakni pene (pengamatan), ote naus (mengukur kekuatan dan melakukan ramalan hasil perang), dan bol nu'ut (lubang intip).

Dimana untuk memulai perang, semua penglima perang atau dalam bahasa lokal disebut meo harus berdiskusi dan melakukan pengamatan guna melihat dari arah mana kedatangan musuh.

"Jadi memang sebelum keluar untuk berperang, semua harus kumpul dan bersepakat, kemudian melakukan pengamatan supaya mengetahui musuh datang dari arah timur, barat, utara, atau selatan," jelas Tauho.

Setelah diketahui arah kedatangan musuh, para meo akan melanjutkan ritual selanjutnya yakni ote naus atau mengukur kekuatan dan meramalkan hasil dari perang yang akan segera dilakukan.

Dimana dalam ritual ote naus ini, sebuah tongkat akan menjadi alat pertama yang digunakan untuk meramalkan hasil peperangan yang akan dilakukan ini.

Dimana meo yang ditunjuk untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan tongkat tersebut akan memegang ujung tongkatnya, kemudian ujung lain tongkat tersebut akan dilekatkan pada tiang lopo (rumah adat) yang dikhususkan untuk ritual ote naus dan jika kuku jari jempol meo tersebut tidak menyentuh tiang lopo tersebut itu pertanda akan mengalami kekalahan.

Tahapan selanjutnya pada ritual ote naus adalah menggambar empat penjuru mata angin pada sebutir telur ayam kampung untuk menentukan strategi apa yang digunakan dalam peperangan tersebut.

Namun jika tahapan awal kuku meo tidak menyentuh tiang, pasti akan terdapat darah dalam telur tersebut yang juga menandakan kekalahan.

"Kalau kukunya tidak kena tiang, pasti saat telur dipecahkan akan ada darah yang berarti kita akan kalah sehingga harus dilakukan pengamatan ulang. Tetapi kalau kukunya kena tiang pasti telurnya pasti tidak ada darah, sehingga kita akan menang. Jadi semua pasukan akan disebar untuk pergi berperang," jelas Tauho.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas