Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diprediksi Jadi Tempat Wisata Top, Begini Keindahan Pulau Bidadari Setelah Direvitalisasi

Dekat dengan Teluk Jakarta dan memiliki sejarah yang menarik menjadikan Pulau Bidadari cukup diminati oleh wisatawan.

Diprediksi Jadi Tempat Wisata Top, Begini Keindahan Pulau Bidadari Setelah Direvitalisasi
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Ilustrasi Pembaharuan Pulau Bidadari. 

TRIBUNNEWS.COM - Pulau Bidadari merupakan satu diantara gugusan pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu, yang dapat diakses melalui Dermaga Marina Ancol dengan lama perjalanan selama 30 menit. Dekat dengan Teluk Jakarta dan memiliki sejarah yang menarik menjadikan Pulau Bidadari cukup diminati oleh wisatawan.

Dari segi sejarah, pulau ini pernah menjadi tempat penampungan orang sakit, medan pertempuran Hindia Belanda dan Britania Raya pada masa kolonial, menjadi tempat asrama haji hingga tidak berpenghuni sampai akhirnya pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez Indonesia mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.   

Demi menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari sebab ingin memberi pesan tersendiri akan keindahan alam dan sejarah panjang yang dimilikinya.

Sejak awal dibangun menjadi tempat wisata dan rehat sejenak tidak banyak perubahan yang dilakukan, sehingga banyak penginapan dan fasilitas yang kondisinya sudah tidak baik.

Melihat kondisi tersebut sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen yang meningkat berwisata ke kepulauan seribu, maka sejak akhir 2017 dilakukan perombakan total di Pulau Bidadari.

Mengusung konsep “The Soul of Batavia” kini Pulau Bidadari sedang melakukan pembenahan. Mulai dari penataan ulang penginapan serta embience, nantinya pulau resort ini kental dengan unsur budaya yang dipadukan dengan teknologi.

Pulau Bidadari, Minggu (22/4/2018).
Pulau Bidadari, Minggu (22/4/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/ ANISA KURNIASIH)

Rika Lestari, Manager Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol mengatakan bahwa Pulau Bidadari akan dibuat dengan konsep Betawi tempo dulu. Dimana selama proses pembangunan telah ada bangunan rumah Betawi dan Belanda untuk tempat penginapannya.

Ada juga konsep pecinan dimana terdapat bangunan penginapan dengan desain Tionghoa yang juga menjadi bagian dari pengaruh budaya Betawi.

"Ditargetkan sebelum juni selesai karena pembaruan pulau ini juga untuk menyambut ulang tahun Jakarta bulan Juni mendatang dan juga insya allah akan menjadi tuan rumah untuk partisipan Asean Games nantinya," ujar Rika Lestari di Pulau Bidadari.

Saat ini juga telah di sediakan akses internet gratis di area Pulau Bidadari. Dan nantinya, akan diterapkan juga sistem pembayaran non tunai yang bekerja sama dengan Bank DKI.

Akan dihadirkan pula pasar Betawi dimana nantinya dalam momen tertentu seperti tahun baru dan perayaan lainnya tersedia penjual makanan dan pernak - pernik khas Betawi. Seperti dodol, laksa, nasi uduk, uli bakar dan lain -lain.

Saat ini pulau tersebut masih dalam tahap pembangunan dan akan dibuka untuk umum pada bulan Juni 2018.

“Dengan hadirnya nuansa baru di Pulau Bidadari kami berharap pengunjung dapat bernostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian, Sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman yang baru dan berbeda berlibur di pulau ini," ujar C. Paul Tehusijarana, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Pulau Bidadari, Minggu (22/4/2018).

Admin: Sponsored Content
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas