Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Makan Roti Putih Herbal Pegagan Buatan Bandung, Tetap Sehat Tanpa Meninggalkan Rasa Lezat

Pembuatan roti ini tidak menggunakan telur sehingga tidak perlu khawatir berat badan bertambah.

Makan Roti Putih Herbal Pegagan Buatan Bandung, Tetap Sehat Tanpa Meninggalkan Rasa Lezat
Tribun Jabar/ Putri Puspita
White burger Herbsays Kitchen, dibuat dari roti gandum berisi campuran herbal pegagan 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Banyak orang yang khawatir ketika makan junk food semisal burger akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Berbeda halnya dengan white burger yang ada di Herbsays Kitchen.

Burger di sini justru memiliki manfaat yang bagus untuk tubuh.

Roti white burger Herbsays Kitchen dibuat dari campuran gandum dan herbal pegagan atau antantan.

Pembuatan roti ini tidak menggunakan telur sehingga tidak perlu khawatir berat badan bertambah.

Pemilik Herbsays Kitchen, Dwi Puspita Pangastuti, mengatakan bahwa tujuannya membuat menu ini adalah ingin mengajak masyarakat makan sehat namun tetap enak.

"Banyak orang yang ingin makan sehat tetapi banyak banget aturannya. Nah saya membuat menu white burger, makanan sehat tapi rasanya tetap enak," ujar Dwi di Herbsays Kitchen, lobi Gallery Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit No 42A, Kamis (16/8/2018).

Menurut Dwi saat ini makanan sehat identik harus vegetarian padahal makanan sehat itu harus tetap enak.

Lewat roti burger yang dibuatnya sendiri, Dwi ingin mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat lewat tunbuhan herbal.

"Rotinya saya campur menggunakan herbal pegagan karena fungsinya bagus untuk peredaran darah dan stimulasi otak supaya nggak pikun," ujar Dwi.

Baca: Bendera Pusaka yang Dijahit Ibu Fatmawati Kain Merahnya Dari Tenda Warung Soto, Ini Sejarahnya

Dwi Puspita juga menyediakan roti putih yang dijual terpisah, supaya pelanggannya bisa mencampur roti dengan isian lainnya.

Dalam sehari, Dwi memproduksi 50-100 potong roti putih yang dijual Rp 15.000,00.

Jika tidak menggunakan bahan pengawet, biasanya roti tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk dimakan.

Roti putih buatan Dwi justru bisa tahan selama seminggu walaupun tanpa pengawet.

"Ternyata dengan menggunakan campuran herbal menjadi menjadi pengawet alami," ujar wanita lulusan Seni Patung FSRD ITB ini.
(Tribun Jabar, Putri Puspita)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas