Meliá Hotels Dinobatkan Jadi Hotel Paling Ramah Lingkungan di Dunia
Grup perhotelan asal Spanyol ini meraih skor tertinggi dalam industri travel dan wisata global
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SAM Corporate Sustainability Assessment (CSA), sebuah evaluasi tahunan atas kinerja sustainability lebih dari 4.700 perusahaan di seluruh industri berdasarkan kriteria ekonomi, sosial, lingkungan secara umum menobatkan Meliá Hotels International sebagai hotel paling ramah lingkungan di dunia.
Grup perhotelan asal Spanyol ini meraih skor tertinggi dalam industri travel dan wisata global, mencakup komitmen pengembangan sosial dan ekonomi, serta peran utamanya dalam memerangi perubahan iklim dan upaya ramah lingkungan di industri perhotelan.
Gabriel Escarrer, Wakil Presiden dan CEO Meliá Hotels International dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews menyatakan, penilaian positif ini menjadi penghargaan yang sangat penting bagi perusahaan, yang terus menekankan inovasi dan nilai-nilai sustainability melalui berbagai brand hotel di bawah naungan grup ini.
“Kami adalah perusahaan yang berfokus untuk terus membangun kepercayaan konsumen dan stakeholder kami, saya sangat bangga dengan seluruh tim Meliá atas penilaian positif yang kami dapatkan," ujarnya.
World Travel & Tourism Council (WTTC) mencatat, industri pariwisata memberikan kontribusi sebesar 10 persen dari total GDP global dan menjadi 1 dari 10 dari bidang profesi paling umum secara garis besar.
Meski demikian, riset PBB juga mengungkapkan bahwa penggunaan sumber daya kunci seperti energi dan air bersih juga bertambah seiring dengan meningkatnya limbah padat, termasuk polusi plastik laut, limbah, hilangnya keanekaragaman hayati, dan emisi gas rumah kaca.
Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar dari industri pariwisata.
Laporan Travel and Tourism Competitiveness 2017 yang dikeluarkan World Economic Forum menyatakan, degradasi lingkungan alam dapat berdampak serius pada sektor pariwisata.
Sejumlah jaringan hotel properti Meliá di Indonesia telah mengimplementasikan program keberlanjutan. Resor ekslusif Meliá Bali menerapkan konsep gastronomi Km 0 dimana bahan makanan yang digunakan untuk hidangan tidak melalui rantai perdagangan global.
Hal ini bertujuan mengurangi dampak polusi terhadap lingkungan, membantu menopang pasar lokal, mempromosikan kuliner lokal, dan meningkatkan kontribusi para petani, peternak, hingga ahli kuliner lokal.
Sementara itu, Meliá Purosani Yogyakarta ikut serta dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) “Soap for hope” untuk mendaur ulang sabun hotel menjadi sabun baru untuk didistribusikan ke komunitas sekitar dan ditawarkan kepada tamu hotel.