Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Filosofi di Balik Sate Ceroncong, Jamuan Tamu Agung di Puri Ubud Bali

Dalam program Masakan Rumah yang tayang di Mola TV, Happy Salma dan Maya melihat proses pembuatan sate ceroncong.

Filosofi di Balik Sate Ceroncong, Jamuan Tamu Agung di Puri Ubud Bali
Tangkap Layar Mola TV
Sate Ceroncong menjadi sajian istimewa di keluarga bangsawan Ubud, Tjokorda Kerthyasa. 

Sebab, sudah sangat lama Gung Niang tidak memasak menu yang diciptakannya bersama mendiang suaminya itu.

"Saya ndak mau, sukar," ujar Gung Niang.

Happy Salma, Maya, dan Gung Niang saat membuat sate ceroncong
Happy Salma, Maya, dan Gung Niang saat membuat sate ceroncong (Tangkap Layar Mola TV)

Walau mengaku sudah banyak yang lupa, Gung Niang perlahan ingat bagaimana cara membuat Sate Ceroncong lalu mencoba mengajarkan kepada Happy dan Maya.

Istimewanya lagi, Gung Niang mencoba berkreasi dengan Sate Ceroncong buatannya kali ini.

Bila pada resep terdahulu, Sate Ceroncong memakai daging bebek, kini Gung Niang mencoba menggantinya dengan daging ayam.

"Ini baru coba sekarang," kata Gung Niang.

Mendengar hal itu, Happy dan Maya merasa senang karena menjadi bagian sejarah pembuatan Sate Ceroncong Ayam.

Rupanya, proses pembuatan Sate Ceroncong sangat berbeda dengan sate kebanyakan, bahkan jauh lebih rumit.

Mulai dari menyiapkan bahan, membumbui, menghaluskan, hingga membakarnya di atas arang batok kelapa, semuanya memiliki teknik tersendiri.

Gung Niang sempat kesal karena adonan daging Sate Ceroncong tidak sesuai harapannya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas