Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mengenal Hagyul, Jeruk Jeju yang Sedang Tren di Korea

Berkunjung ke Korea Selatan rasanya kurang pas kalau tidak ke Pulau Jeju. Sebab ketika mengunjung pulau tersebut, kamu akan dengan mudah menemukan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Mengenal Hagyul, Jeruk Jeju yang Sedang Tren di Korea
Instagram/_harim_market
Hagyul, Jeruk Khas Jeju 

TRIBUNNEWS.COM - Berkunjung ke Korea Selatan rasanya kurang pas kalau tidak ke Pulau Jeju. Sebab ketika mengunjung pulau tersebut, kamu akan dengan mudah menemukan deretan pohon Hagyul berwarna oranye yang menggantung di sepanjang jalan.

Dilansir dari Korea Times, ternyata buah tersebut adalah jeruk yang memiliki rasa begitu unik, yaitu asam.

Menurut orang setempat, pohon tersebut dipercaya sebagai spesies asing yang diperkenalkan di pulau tersebut sejak zaman dahulu kala. Meskipun sudah ada sejak zaman dahulu.

Buah tersebut baru-baru ini berhasil menarik perhatian orang-orang di luar Pulau Jeju.

Seorang petani Hagyul, Kim Woo-jin mengatakan, permintaan terhadap buat tersebut mengalami peningkatan. “Permintaan terhadap buah ini jauh lebih tinggi dari produksi,” katanya.

Ia menambahkan, rata-rata pembelinya adalah penduduk yang berasal dari luar pulau.

“Jeruk ini punya ukuran yang jauh lebih besar dan berat dari pada jeruk tangerine biasa," kata Woo-Jin.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun terdapat permintaan yang tinggi, penghasilan dari penjualan buah tersebut tidak begitu menakjubkan. “Ini karena terbatasnya produksi buah ini. Saya memang menjualnya untuk pelanggan saya karena mereka memintanya," kata Woo-Jin.

"Jadi bagi saya, menjual hagyul adalah sejenis layanan yang disediakan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan,” lanjutnya.

Karena jumlah produksi yang terbatas, ia menjual hagyul berdasarkan aturan “siapa cepat dia dapat”.

Biasanya para petani mulai memetik buah tersebut pada akhir April dan awal Mei setelah hujan musim semi terjadi, yang disebut oleh orang-orang lokal sebagai bracken rain karena tanaman akan tumbuh sangat cepat setelah hujan tersebut terjadi.

 Di Pulau Jeju, pohon-pohon hagyul ditanam di dekat rumah-rumah warga atau berbagai bangunan, khususnya hanya untuk penghias semata. Namun jeruk ini sendiri sudah lama jadi buah yang harus dimiliki oleh petani lokal.

 Setelah jam kerja, para petani akan memetik buah tersebut dan membuat minuman menyegarkan seperti hagyul-ade atau mencampurnya dengan minuman lain untuk dibuat koktail. Sementara hagyul sudah lama dikonsumsi petani Jeju, orang-orang di luar Pulau Jeju hanya baru-baru ini mengonsumsi sitrus ini.

Popularitas dari buah sitrus ini dimulai setelah resep-resep selai, minuman, dan saus yang dibuat dari hagyul muncul di televisi sekitar lima atau enam tahun lalu.

Di Jeju, Yang Nam-hee seorang petani sitrus yang berbasis di bagian barat Kota Seogwipo, mengatakan, buah ini populer di antara para pekerja kesehatan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas