Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Startup Kuliner Jadi Bisnis Menjanjikan, Tapi Tak Mudah Mempertahankan

Pelaku usaha perlu untuk mengasah ide dan inovasi produk masing-masing agar mendapat tempat di hati konsumennya

Startup Kuliner Jadi Bisnis Menjanjikan, Tapi Tak Mudah Mempertahankan
Tribunnews/Herudin
Suasana Gang Gloria, Pancoran, Glodok, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Gang yang dipenuhi penjual kuliner khas pecinan yang sudah ada sejak tahun 1920-an ini semakin sepi pembeli karena adanya pandemi Covid-19. Meski begitu, masih ada pembeli setia yang berkunjung ke tempat tersebut pada akhir pekan. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup bidang makanan dan minuman masih menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital.

Hal ini membuat jumlah pelaku bisnis makanan dan minuman semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Namun, mempertahankan bisnis makanan dan minuman tidak mudah.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir jumlah penambahan UMKM rata-rata setiap tahun mencapai 1,4 juta pada 2010-2017.

Tak terbayang jumlahnya saat ini jika semua orang beralih menjadi wirausahawan. Tentu persaingan bisnis semakin ketat.

Oleh karena itu, pelaku usaha perlu untuk mengasah ide dan inovasi produk masing-masing. Prinsipnya, agar mendapat tempat di hati konsumen.

Hal ini disadari Accelerice Indonesia, akselerator bisnis makanan dan minuman pertama di Indonesia.

Baca juga: Selain Belajar Masak, Siswa Kuliner SMK PGRI 2 Kudus Dilatih Soft Skills, Jawab Kebutuhan Industri 

Perusahaan yang hadir sejak Maret 2019 lalu itu bertujuan memberdayakan dan meningkatkan UMKM, termasuk menjadi pusat inovasi, hingga pusat pengetahuan pangan Indonesia bagi calon wirausahawan makanan dan minuman.

"Kami baru saja menggelar program Food Startup Indonesia Accelerator Batch 4 (FSIA 4) resmi berakhir yang ditandai dengan acara Demo Day," kata CEO Accelerice Indonesia, Charlotte Kowara dalam keterangannya, Sabtu (3/4/2021).

Demo Day sekaligus menutup rangkaian program yang diikuti oleh 10 perusahaan rintisan (startup) terpilih dari lebih 1.300 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Mereka adalah Sorghum Foods, Granova, Eggy Telur Asin, Frutivez, MangGang Grilled Beef Bowl, Herbox, Nasi Kulit Syuurga, CMIMS, Papay Indonesia, dan ORVIA.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas