Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kopi Indonesia Miliki Potensi Kembangkan Pariwasata Indonesia 

Kopi miliki potensi bantu kembangkan pariwasata Indonesia. Tak seakadar rasa, ada banyak cerita terkait Indonesia di dalamnya. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Kopi Indonesia Miliki Potensi Kembangkan Pariwasata Indonesia 
pixabay/reynaldoac
Ilustrasi Kopi Indonesia (pixabay/reynaldoac) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Ni Made Ayu Marthini ungkap kopi miliki potensi bantu kembangkan pariwasata Indonesia. 

Made mengungkapkan jika kopi bukannya hanya soal kopi. 

Baca juga: Kopi Kenangan Buka Gerai Pertama di Raffles City Singapura

Ada banyak cerita terkait Indonesia di dalamnya. 

"Kopi itu cerita, nggak melulu barangnya, tapi narasi, ini yang ingin kita ciptakan. Indonesia tuh saking kayanya udah seperti benua sendiri untuk kopi," ungkapnya pada awak media di Singapura, Kamis (26/9/2023). 

Ada kopi dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Papua dan sebagainya. 

Setiap kopi di daerah yang berbeda punya rasa dan aroma tidak sama. 

Baca juga: Tembus Pasar Dunia, Ragam Kopi Indonesia akan Tampil di Frankfurt Coffee Festival

Berita Rekomendasi

Inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik bagi masyarakat dalam dan luar negeri. 

Berbeda dengan negara lain yang sebagian hanya punya jenis kopi.

Apa lagi tanaman kopi di Indonesia rata-rata hidup di daerah yang indah dan menarik bagi wisatawan.

"Kopi Indonesia di mana aja, rata-rata (ada) di daerahnya indah," jelas Made. 

Misalnya, di Sumatera Utara ada berbagai jenis kopi

Di sisi lain, Sumatera Utara punya tempat wisata seperti danau Toba.

Selain menikmati kopi khas daerah sana, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam di sana.

"Kesejahteraan petaninya bagus, ada homestay, bisa sepeda, berenang, makan ikan dan sebagainya," jelas Made. 

"Kemenparekraf ingin menggairahkan pelakunya tidak hanya melihat dari satu sisi. Tetapi 360 derajat, wisatanya ada, kreatifnya ada, ekonominya ada," pungkasnya. 

--

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas