Madrasah dan Sekolah di Indonesia
Kata Madrasah berasal dari bahasa Arab. Kata dasar madrasah adalah درس
Penulis:
Haji Suteja
Editor:
Widiyabuana Slay
3. Disain Madrasah
Secara kelembagaan desain pengembangan madrasah yang dicanangkan pemerintah terfokus pada tiga desain utama yaitu : madrasah unggulan, madrasah model dan madrasah reguler atau kejuruan. Bebersapa aspek yang dikembangkan adalah : aspek administrasi/manajemen, ketenagaan, kesiswaan,, kultur belajar dan sarana prasarana. Sedangkan yang dijadikan prioritas adalah apsek kultur yang kuat dari murid, kemepimpinan kolaboratif dan belajar kolektif dari kepala madrasah dan dewan guru, serta pembiasaan murid menghadapi perubahan/ketidakpastian. [12]
C. Analisis KEKUATAN SEKOLAH
TRIBUNNEWS.COM - Sekolah, dalam bahasa Indonesia adalah terjemahan dari kata school. Kata sekolah adalah termasuk kata serapan dari bahasa asing. Kata itu berasal dari kata schole (Yunani) schole (Latin), school (Inggris), school (Belanda), dan schule (Jerman). Schole (Yunani) berarti : bebas dari pekerjaan dalam masyarakat yang masih mengenalpebudakan. Golongan merdeka yang bebas dari perkejaan ini mengisi waktunya dengan berdisikusi, mendengarkan ceramah dan membaca karya-karya ilmiah atau filsafat. [13]
Sekolah sebagai suatu sistem memiliki banyak karakteristik umum sebagaimana organisasi lainnya yang berskala luas. Dua diantara karakterstik itu ialah pertama, sistem persekolahan mempunyai tujuan. Kedua, tugas sistem pesrsekolahan ialah memberikan pengetahuan dan ketrtampilan kepada peserta didik, dankarena itulah para guru atau pendidik dipekerjakan.[14]
Sekolah di Indonesia yang kita temui sekarang adalah produk dari kebudayaan Hindu, Islam dan Barat. Sistem relasi guru-murid merupakan salah satu produk kebudayaan Sistem Gurukala. Syaikh Mawlana Malik Ibrahim dinilai telah membawa tradisi sistem Guru Kala ke dalam sistem pendidikannya dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Di Nusantara Sistem Guru Kala telah berkembang mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Airlangga di Surabaya Jawa Timur dan pendidikan Buddha pada masa pemerintahan Sriwijaya. Ki Hajar Dewantara memasukkannya ke dalam Taman Siswa.[15]
Pada perkembangan selanjutnya, sistem pendidikan yang berasal dari Hindu-Jawa lambat laun berubah menjadi perguruan-perguruan agama Islam.[16] Taman Siswa, sebagai generasi sesudah pendidikan sistem pesantren, menciptakan hubungan yang sangat akrab antara guru dan murid dengan membuat ruangan khusus yang didiami oleh guru-guru di lingkungan asrama murid.
Semula pendirian sekolah-sekolah di Indonesia dimaksudkan sebagai strategi utama pemerintahan kolonial untuk memperluas pengaruh agama (Kristen). Perkembangan kemudian menunjukkan adanya dorongan tersebut.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.