Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Kejiwaan Dapat Terganggu Akibat Konsumsi Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kejiwaan Dapat Terganggu Akibat Konsumsi Ganja
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Lima paket ganja masing-masing seberat 5 kg yang ditinggalkan tersangka pengedar ganja diamankan anggota Polresta Pekanbaru. 

Ditulis oleh : Melda Yenni Purnama

TRIBUNNERS - Mariyuana atau ganja masuk ke dalam daftar obat-obatan terlarang Badan Narkotika Nasional (BNN). 

Meski demikian masih banyak anak muda yang masih nekat menggunakannya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Hasil survei BNN di tiap-tiap universitas dan sekolah pada 2011 itu ditaksir bisa lebih besar lagi saat ini, mengingat adanya tren peningkatan pengguna narkotika.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto, menyampaikan, pelajar dan mahasiswa masih menjadi kelompok rentan pengguna narkoba.

Lemahnya pengawasan orangtua serta labilnya psikologi remaja membuat mereka mudah terjerumus menggunakan narkotika.

Kecenderungan yang sama juga terlihat pada data tersangka narkoba berstatus mahasiswa.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagian besar pelajar dan mahasiswa yang terjerat UU Narkotika, merupakan konsumen atau pengguna. Diperkirakan pengguna mariyuana akan meningkat pada tahun ini.

Selain membawa persoalan hukum penggunaan mariyuana juga akan merusak kesehatan.

Mengkonsmsi mariyuana akan meningkatnya resiko gangguan paru-paru, masalah jantung, penurunan kemampuan kognitif individu, gangguan kesuburan seseorang, gangguan kejiwaan, dan masih banyak lagi.

Secara  psikologi, efek utama dari mariyuana adalah rasa euforia, merasa pribadi menjadi lebih tinggi dan lebih percaya diri.

Beberapa efek psikologis jangka pendek seperti distorsi dalam mengenal waktu, paranoid (proses pikiran yang terganggu yang cirinya adalah berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan), tidak rasional dan delusi, pemikiran yang bersifat magis atau acak, kehilangan ingatan jangka pendek, maupun kecemasan dan depresi.

Efek-efek psikologis ini juga akan berkurang dalam waktu beberapa jam, namun gejala sisa dapat menetap hingga hari berikutnya.

Menurut pandangan Islam ganja sangat diharamkam karena ganja adalah salah satu yang memabukan.

Allah ta’ala telah mengharamkan segala jenis al khabaits, termasuk ganja.[QS Al-A'raf: 157]Rasulullah Shallallahu ‘Aalaihi wa Sallam juga melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309, dha’if).

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas