Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Penolakan Jenazah Teroris Didukung Ketua PBNU

Hal itu disampaikan oleh Kiyai Said dalam acara Haul Kiyai Newes (sesepuh desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat), Jumat (22/1/2

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penolakan Jenazah Teroris Didukung Ketua PBNU
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah massa dari Aliansi Indonesia Bersatu melakukan aksi demo pengecaman aksi teror yang terjadi di Jakarta dengan menyalakan lilin di Bundaran Majestik, Medan, Sumatera Utara, Senin (18/1/2015) malam. Dalam aksinya mereka mengecam dan mengutuk segala bentuk serangan terorisme yang terjadi di Jakarta yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Ditulis oleh :  Nasrulloh Asy- Syafi-i

TRIBUNNERS - Ketua PBNU, KH Prof Dr Said Aqil Siradj, mendukung langkah masyarakat Indramayu yang menolak kedatangan jenazah pelaku teroris Sarinah.

Hal itu disampaikan oleh Kiyai Said dalam acara Haul Kiyai Newes (sesepuh desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat), Jumat (22/1/2016).

"Siapapun yang melakukan tindakan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat, mereka adalah teroris, dan buang saja jenazah teroris ke laut,” ujarnya.

“Teroris bukan hanya menganggu, menakut - nakuti, membunuh dan bunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama, teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI”, lanjut Kiyai Said.

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, Kiyai Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan, sedangkan teroris jelas- jelas tidak punya rasa peri kemanusiaan dan sedikitpun tanpa rasa kemanusiaan, ngapain kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berperikemanusiaan," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Jenazah Ahmad Muhazzan(26) ditolak keras oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

“Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar kiyai Said.

Rekomendasi Untuk Anda

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas