Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Revolusi Mental Pembentuk Peradaban

Mental merupakan suatu keberadaan yang sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang.

Revolusi Mental Pembentuk Peradaban
Ist/Tribunnews.com
Direktur Kilinik Pancasila menerima Cinderamata dari Komandan Pasukan Katak Kol. Monang Sitompul usai ceramah Anak Republik Unggul Sukses di Laut (Arus Laut) bersama Direktur Bela Negara Kemenhan RI Laksma F Faisal dan ratusan prajurit Kopaska di Mako Kopaska Pondok Payung, Jumat 18 Maret 2016. 

Oleh: Dody Susanto
Direktur Klink Pancasila

 TRIBUNNEWS.COM - Mental merupakan suatu keberadaan yang sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang, baik secara individu maupun secara sosial. Terjadinya berbagai bentuk peristiwa di alam ini tak lepas dari hasil aktivitas mental dari individu-individu yang ada di dalamnya. Melalui karya- karya mental, alam semesta mengalami perubahan baik itu menuju semakin baik maupun mengalami kerusakan. Terciptanya gedung-gedung pencakar langit, berbagai kesenian yang menghibur, aneka ragam masakan, berbagai peralatan transportasi, peralatan tempur, hingga pada terciptanya teknologi nano, semua itu tak lepas dari hasil kerja mental secara individu maupun berkelompok.

Mental pada diri makhluk hidup merupakan suatu sistem perangkat lunak yang menggerakkan jasmani atau tubuh selaku perangkat keras dari individu. Apa yang dilakukan oleh fisik sudah barang tentu selalu dipengaruhi oleh mental yang berperan di dalamnya. Apapun yang dilakukan oleh individu secara fisik atau tingkah laku, pasti merupakan hasil dari kerja mental. Perpaduan dari mental-mental individu melalui proses berpikir ini menghasilkan suatu mental sosial yang bekerja pada berbagai lini kehidupan. Apa yang dimaksud dengan berpikir di sini adalah segala bentuk aktivitas makhluk yang ada di alam semesta ini, Perkembangan teknologi mengalami fase-fase yang menakjubkan seiring dengan berkembangnya kemampuan berpikir manusia dan semakin terungkapnya rahasia-rahasia alam dengan pola dan hukum-hukumnya.

Sesuatu yang berawal dari imajinasi berkembang menjadi opini, lalu melalui proses filsafat dan pengamatan, suatu opini berkembang menjadi sebuah teori dan keyakinan. Sebuah teori yang diteliti dan telah dieksperimenkan berkembang menjadi sebuah hukum, yang kemudian dari teori dan hukum-hukum yang telah diketahui mengantarkan pada suatu ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi yang berkembang seiring dengan urutan waktu (kronologi) mencerminkan perkembangan kesadaran yang dialami oleh manusia di bumi. Oleh sebab itu, pola yang sama sebenarnya berlaku atas perkembangan pribadi individu ketika ia sedang berusaha mengembangkan dirinya. Kunci utama pengembangan diri selalu bermula dari kesadaran, sehingga dengan menyadari akan pikiran yang bekerja di alam semesta baik di dalam diri maupun di luar diri adalah jembatan emas dalam mencapai hasil perkembangan diri dalam hal apapun.

Teknologi merupakan suatu bangunan dari ilmu pengetahuan yang mampu membentuk suatu ilmu pengetahuan baru, ataupun suatu objek ciptaan baru. Perkembangan pemikiran manusia telah beranjak mulai dari landasan logika ke pemikiran bangun dan ruang, lalu berkembang ke metode pengukuran dan matematika (ilmu berpikir pola), kemudian dari perkembangan pemikiran yang ada menghantarkan pada perkembangan teknologi mekanika dimana banyak terungkap hukum-hukum mekanika alam.

Sampai pada kesadaran ini, mekanisme materi mulai menjadi fokus perhatian manusia dalam kehidupannya, dan pada zaman ini pula berkembang berbagai teknologi yang menghasilkan produk-produk mekanik seperti mesin uap, mesin diesel, motor bakar, mesin jahit, dan mesin-mesin lainnya, dengan ciri penyebutan istilah “mesin” itu sendiri sebagai kata kunci dari teknologi yang berkembang pada era mekanik ini. Di sisi lain, seiring dengan perkembangan teknologi mekanika berkembang pula teknologi kelistrikan dan kimia sebagai akibat dari berkembangnya eksplorasi manusia pada hukum-hukum fisika.

Perkembangan ketiga ilmu tersebut, yakni mekanika, kelistrikan, dan kimia menghasilkan suatu perkembangan pesat di bidang teknologi permesinan, dan memicu terjadinya era revolusi industri. Sampai pada titik ini, pikiran manusia pun bergeser dari eksplorasi hukum-hukum alam menjadi lebih ke arah industrialisme, yaitu dengan penciptaan produk-produk baru untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam skala besar. Dunia semakin ramai dalam era ini sehingga memicu pola pikir masyarakat dunia lebih ke arah pola ekonomi kapitalis. Di era ini sebagian para ilmuwan pun melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk tujuan penguasaan atas dunia.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, piranti-piranti pendukung penelitian pun semakin memiliki kehandalan dalam mengukur dan mengamati fenomena-fenomena alam baik dalam ukuran mikroskopik maupun makroskopik. Hal ini menghantarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan optik dan elektronik. Perkembangan teknologi optik dan elektronik merupakan babak kedua revolusi kehidupan manusia, yang pada akhirnya menghantarkan pula pada suatu pemahaman terobosan akan realitas kuantum. Perkembangan teknologi elektronika yang semula menggunakan cara kerja analog, dengan berkembangnya teknologi kuantum mengalami pergeseran ke arah digital seiring dengan berkembangnya semikonduktor.

Era teknologi digital yang ditandai dengan beredarnya produk-produk digital, khususnya komputer di tengah-tengah masyarakat menyebabkan perubahan pula pada paradigma berpikir manusia. Berbagai aktivitas yang semula dilakukan secara manual pun beralih ke sistem digital dan komputerisasi. Hal ini mendorong berkembangnya aliran arus informasi yang semakin deras dari berbagai belahan dunia yang membawa pada perkembangan teknologi informasi (IT).

Dengan berkembangnya teknologi informasi, arus pemikiran dan percampuran budaya dari berbagai pelosok dunia saling berbaur mempengaruhi satu sama lain melalui berbagai media informasi dan komunikasi seperti internet, siaran televisi, film, dan gadget. Berbagai cara pandang, pemikiran, falsafah, budaya, kepercayaan, gaya hidup, dan pergaulan pun saling mempengaruhi satu sama lain sehingga pada era ini tidak ada lagi nilai-nilai lokal yang benar- benar murni. Pola pikir manusia pada era ini lebih mampu berpikir holistik dan universal serta memiliki toleransi yang tinggi sebagai upaya untuk bertahan dalam proses seleksi alam agar tetap eksis. Perkembangan pemikiran generasi yang lahir dari tahun 2000 hingga saat ini terlihat jelas mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam pemikiran karena pikiran mereka tumbuh pada era informasi yang pesat.

Kelanjutan dari fenomena ini mulai tampak dengan munculnya kehidupan yang sangat dinamis dalam pola pikir. Pada masa sekarang inilah kita mulai masuk pada era kognisi yang ditandai dengan hampir semua sektor kehidupan membutuhkan kreativitas dan dijalankan dengan perubahan gagasan yang sangat cepat. Secara nyata pun di bidang ekonomi dan pembangunan, juga berkembang pesat industri kreatif yang membangun perekonomian kreatif. Kreatifitas menjadi kata kunci dalam perkembangan di era saat ini dimana kreatifitas berhubungan erat dengan kognisi (pemikiran) seseorang. Dan tak hanya menggunakan kognisi manusia, pemanfaatan dan pembangunan berbagai jenis kognisi dilakukan pula pada makhluk hidup yang lain serta pada produk-produk mesin buatan manusia.

Sekarang kita dapat menyadari bahwa perkembangan suatu peradaban itu dipengaruhi oleh perkembangan kognisi masyarakat yang ada di suatu daerah dalam interaksinya sehari-hari yang terwujud dalam bentuk budaya yang berlaku di komunitas tersebut. Setiap apa yang kita saksikan di sekitar kita saat ini, apa yang kita pakai, bahkan apa yang kita pikirkan serta bagaimana kita memikirkannya pun juga tak lepas dari warisan-warisan budaya yang telah berlangsung mendahului kita melalui orang-orang di sekitar kita. Hanya saja pada era global seperti saat ini, pengaruh-pengaruh budaya itu tak lagi terbatas oleh lingkup kecil dari suatu wilayah atau satu suku saja, tetapi antar belahan bumi saling menularkan warisan budayanya masing-masing melalui pola kerja kekuatan sosial yang berlangsung di dalam kognisi sosial masyarakat baik yang di kehidupan nyata maupun yang melalui media sosial atau informasi- informasi di dunia maya. Bahkan dengan tersimpannya informasi-informasi dari masa lalu hingga saat ini, pengaruh budaya itu tak hanya bercampur dalam dimensi ruang, tetapi juga dalam dimensi waktu.

Pada masanya saat ini, semua fenomena tentang pikiran dan perubahannya yang meliputi pasang surutnya tersebut, ternyata mampu memberikan dampak yang besar bagi pembangunan peradaban yang lebih baik ke depannya dalam melakukan berbagai upaya pembangunan diri melalui penyadaran akan cara kerja pikiran dan berbagai fenomenanya. Oleh karena itu, pengetahuan akan pikiran yang tersaji dalam ilmu kognisi (Cognitive Science) ini mampu menjadi kunci utama bagi pengenalan kita semua akan dahsyatnya suatu kesadaran akan cara kerja pikiran. Apa yang dipelajari di sini merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang telah ada sebelumnya, dimana ilmu-ilmu tersebut selama ini lebih cenderung langsung membahas tentang kajian keilmuannya, sementara cognitive science membahas tentang bagaimana suatu ilmu pengetahuan bekerja, dan tentu saja hal tersebut tak lepas dari bahasan tentang cara kerja pikiran dan berbagai fenomenanya. Jika kita sadari, semua ilmu yang telah kita pelajari selama ini sesungguhnya merupakan suatu kognisi juga.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas