Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Potensi Perikanan Melimpah Seharusnya Nelayan Aceh Sejahtera

Provinsi Aceh merupakan provinsi yang dianugerahi potensi perikanan dan kelautan yang melimpah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: ilham zulfahmi

Salah satu indikator yang sering digunakan pemerintah untuk mengukur produktivitas nelayan adalah dengan melandasinya pada armada tangkap.

Padahal sebenarnya cukup sulit mengatakan bahwa nelayan dengan armada tanpa motor, motor tempel dan kapal motor dengan ukuran dibawah 5 GT pasti miskin, begitu pula sebaliknya masih sulit untuk mengatakan bahwa nelayan dengan armada kapal motor diatas 30 GT pasti tidak miskin.

Salah satu contohnya adalah nelayan tradisional motor tempel yang menangkap kerapu dan kakap akan memperoleh hasil yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan Anak Buah Kapal yang ikut kapal motor diatas 30 GT.

Penyebab kemiskinan nelayan

Arif Satria (2009) menjelaskan faktor penyebab kemiskinan nelayan dibagi menjadi tiga macam, kemiskinan struktural, kemiskinan kultural dan kemiskinan alamiah.

Kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang disebabkan karena struktur ekonomi, strukstur sosial dan struktur politik yang tidak kondusif bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat pesisir.

Beberapa contoh situasi yang dapat mengakibatkan terjadinya kemiskinan stuktural adalah tidak stabilnya pasokan BBM untuk kebutuhan melaut.

Rekomendasi Untuk Anda

Kelangkaan BBM terjadi hampir setiap tahun di Aceh. Kelangkaan BBM tersebut telah menyebabkan ratusan nelayan tidak bisa melaut.

Hal ini berdampak negatif bagi nelayan tanpa usaha sampingan yang terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Tidak tersedianya dan tidak berfungsinya cold storage, masih tingginya angka pencurian ikan di laut serta susahnya akses permodalan bagi nelayan juga merupakan penyebab terjadinya kemiskinan nelayan secara struktural.

Kemiskinan kultural merupakan kemiskinan yang disebabkan oleh faktor budaya seperti kurangnya kepedulian dan rendahnya etos kewirausahaan.

Masih tingginya penggunaaan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan merupakan salah satu permasalahan kultural yang dihadapi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya trawl (pukat harimau) yang beroperasi di perairan Aceh Utara dan Lhokseumawe serta masih maraknya penggunakan bahan peledak untuk bom ikan di perairan Simeulue.

Kultur nelayan aceh yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan perairan yang berdampak terhadap menurunnya stok ikan dimasa yang akan datang.

Kemiskinan alamiah terjadi karena kondisi sumberdaya alam yang serba terbatas untuk kepentingan kegiatan produksi.

Salah satu isu global penting yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan adalah perubahan iklim dan pemanasan global.

Halaman 2/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas