Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Peran Media dalam Konflik SARA di Pemilukada

Media yang tidak terkontrol oleh PWI seperti medsos akan digunakan oleh calon dalam sebuah pemilukada dalam memberikan opininya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: tommy pujonugroho
zoom-in Peran Media dalam Konflik SARA di Pemilukada
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Ilustrasi - Petugas menata kotak suara pilkada wali kota Denpasar 2015 dari kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Utara di kantor KPU Denpasar, jalan Raya puputan, Denpasar, Sabtu (12/12/2015). KPU Denpasar telah menerima rekapitulasi perhitungan suara dari semua kecamatan. 

Di negara-negara yang sudah lebih maju dan dianggap telah lebih matang dalam hal pelaksanaan sistem politiknya, maka posisi media sebagai instrumen demokrasi akan lebih terlihat.

Media massa menjadi indikator dalam pelaksanaan suatu pemilihan politik. Selanjutnya mereka akan memposisikan dirinya sebagai penyeimbang dalam perjalanan sistem tersebut dalam upaya menjaga kondusifitas yang berjalan.

Pada akhirnya sebuah solusi, media massa dapat berperan dalam menjembatani proses Pemilukada apakah kan diwarnai konflik atau kondusif. Jika pesan positif dapat diciptakan dengan kontribusi dari media massa, maka harapan terbentuknya Pemilukada yang aman dan demokratis lebih dapat diharapkan.

Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas