Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Pemutaran Film Pengkhianatan G 30 S bagi Anak, Layakkah?

Tak mudah kiranya untuk pukul rata melarang atau pun mengizinkan anak menonton film Pengkhianatan G 30 S.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pemutaran Film Pengkhianatan G 30 S bagi Anak, Layakkah?
Istimewa
Sampul Film 'Pengkhianatan G 30 S PKI'. 

TAK mudah kiranya untuk pukul rata melarang atau pun mengizinkan anak menonton film Pengkhianatan G 30 S.

Pasalnya, anak adalah individu berusia 0 hingga sebelum 18 tahun.

Individu berumur 4 tahun dan 17 tahun, walau sama-sama berusia anak, namun punya dinamika psikologis yang berbeda jauh satu sama lain.

Kesiapan mereka untuk menonton suatu film pun berbeda satu dan lainnya.

Tambahan lagi, film Pengkhianatan G 30 S berangkat dari kisah nyata tentang peristiwa sejarah.

Dan tema historis tersebut memang sudah sepantasnya diketahui generasi muda.

Mari kita menepi sebentar dari sisi adegan film.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo: Yang Berhak Larang Nobar Film G30S PKI Cuma Pemerintah

Proses pembelajaran yang baik adalah yang memberikan rangsangan multiinderawi kepada anak.

Pemanfaatan film sebagai kelengkapan kegiatan belajar, termasuk belajar sejarah, sesungguhnya sudah menjadi praktik jamak.

Dan itu bagus!

Namun kegiatan belajar memang sepatutnya tidak hanya mengandalkan film.

Apalagi riset--bukan pemikiran awam--menemukan bahwa pendekatan yang paling pas adalah kepada anak juga disodorkan teks tentang substansi yang sama dengan tema film.

Teks bisa dimodifikasi menjadi narasi lisan yang sebobot.

Teks, pemutaran film, dilanjutkan dengan ajakan pendidik kepada anak untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan--ini acap terkesampingkan--apa yang mereka rasakan.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas