Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

UU MD3

KIPP Indonesia: Revisi UU MD3 Bentuk Pengekangan Hak Bersuara Kritis

Penyaluran opini personal dan kelompok bukan bertujuan untuk mengganggu atau merendahkan suatu kelompok, terlebih yang mulia para anggota

Editor: Malvyandie Haryadi
KIPP Indonesia: Revisi UU MD3 Bentuk Pengekangan Hak Bersuara Kritis
KOMPAS
Ilustrasi 

Girindra Sandino
Wakil Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia

TRIBUNNERS - Ke depan, suara-suara kritis rakyat akan dibungkam dengan kuasa berbaju Parlemen (DPR RI) melalui revisi Undang Undang Tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3),

Hal ini bisa disimak dalam pasal 122 huruf k yang berbunyi "MKD bertugas mengambil langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR."

Secara sadar revisi UU MD3, merupakan wujud dari pengekangan dengan perangkat pemusnah kebebasan bersuara yang menandakan kita telah masuk dalam genggaman penghancuran Pancasila.

Baca: Pria Lulusan SD Berhasil Bobol Jaringan Grab Car

Padahal setiap kita lahir dalam keadaan bebas berteriak, menangis dan beraktifitas.

Penyaluran opini personal dan kelompok bukan bertujuan untuk mengganggu atau merendahkan suatu kelompok, terlebih yang mulia para anggota parlemen.

Suara dan pendapat dilemparkan ke publik untuk menerima balasan. Hal ini pada akhirnya menjadi pertarungan pemikiran yang diajarkan oleh pendiri bangsa.

Oleh karena itu Komite Independen Pemantau Pemiu (KIPP) Indonesia, berpandangan, sebagai berikut:

Pertama, pengakuan dan realisasi hak kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat merupakan salah satu ciri pokok demokrasi yang secara nasional telah dijamin dalam UUD 1945 serta sejumlah perundang-undangan antara lain UU tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum, UU Hak Asasi Manusia serta UU tentang Ratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik.

Halaman
12
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas