Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Rizal Ramli dan Deklarasi Belah Duren

Suasananya benar-benar biasa saja. Pintu pagar kayu selebar kurang lebih 10 meter dan tinggi lebih dari 2 meter juga biasa saja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Rizal Ramli dan Deklarasi Belah Duren
ISTIMEWA
Tokoh Nasional yan juga ekonom, Rizal Ramli. 

Untuk bisa menikmati daging durian, kita harus mengupas kulitnya yang beduri tajam. Tidak mudah, lho. Salah-salah bisa melukai tangan. Diperlukan pisau yang tajam dan tangan ahli yang terampil.

Kalau cara memotong buahnya tidak akurat sesuai dengan uratnya, maka durian tidak bisa dibelah. Paling tidak, belahannya tidak pas pada bagian-bagian yang menyimpan dagingnya yang lezat dan semerbak.

Begitu juga dengan bangsa Indonesia. Kalau mau menikmati ‘durian’ pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan keadilan, diperlukan pisau tajam dan tangan yang ahli.

Juga perlu tenaga cukup kuat untuk membelah durian. Tanpa kombinasi ketiganya, kita hanya harus puas
memandangi durian yang lezat itu. Sayangnya, selama ini yang ada hanyalah pisau tumpul dan tangan-tangan amatiran.

Lebih buruk lagi, para amatir tadi sok jago dan mabuk kepayang oleh guyuran pujian para majikan asingnya. Pujian yang beracun dan mematikan

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas