Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribunners
LIVE ●
tag populer

Tribunners / Citizen Journalism

“Si Vis Pacem Para Bellum”

“Pertahanan terbaik adalah menyerang,” kata Sun Tzu (545-470 SM), jenderal dan ahli strategi perang Tiongkok kuno.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in “Si Vis Pacem Para Bellum”
TRIBUNNEWS.COM
Jokowi dan Prabowo. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - “Si vis pacem para bellum” (bila mau berdamai maka bersiaplah untuk berperang).

Ini sebuah peribahasa Latin yang konon dikutip dari penulis militer Romawi, Publius Flavius Vegetius Renatus: Igitur qui desiderat pacem, praeparet bellum.

Peribahasa yang konon juga ide pokoknya sudah ditemukan pada era Plato (427-347 SM), serta Epaminondas 5 Cornelius Nepos, dan kemudian muncul dari Publius Flavius Vegetius Renatus (400 M) di dalam kata pengantar De re militari: Qui desiderat pacem, bellum praeparat.“

“Pertahanan terbaik adalah menyerang,” kata Sun Tzu (545-470 SM), jenderal dan ahli strategi perang Tiongkok kuno.

Mungkin terinspirasi oleh ungkapan Vegetius, Plato dan Sun Tzu itulah maka petahana Presiden Joko Widodo mulai melancarkan serangan-serangan terhadap lawan-lawan politiknya menjelang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019, dengan mengombinasikan kedua teori tersebut, tidak sekadar defensif atau bertahan.

Dengan melancarkan serangan, yang berarti menunjukkan Jokowi siap “perang”, mungkin mantan Walikota Surakarta ini berharap lawan-lawan politiknya akan “ngeper”, sehingga pertarungan politik di dunia nyata maupun dunia maya pun tak akan sekeras sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lawan-lawan politik Jokowi diharapkan tak lagi melancarkan serangan-serangan segencar sebelumnya. Lantas terciptalah “perdamaian”, sehingga situasi politik pun menjadi sejuk dan kondusif bagi pelaksanaan pembangunan, dan terutama pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 2019 secara aman dan damai.

Dengan tak lagi sekadar bertahan, mungkin Jokowi berharap akan mampu memenangkan dengan mudah pertarungan Pilpres 2019 yang akan mempertemukannya kembali dengan Prabowo Subianto sebagaimana Pilpres 2014.

Ya, bila selama ini Jokowi terkesan defensif, kini mantan Gubernur DKI Jakarta itu mulai melancarkan serangan-serangan secara ofensif. Lalu meluncurlah kata-kata yang tak lazim dari bibirnya, seperti “sontoloyo”, “genderuwo”, dan “tabok”.

Mungkin kegerahan Jokowi sudah mencapai klimaksnya setelah hampir lima tahun terakhir ini dibombardir dengan isu-isu yang ia anggap “hoax” (palsu), seperti keturunan kader Partai Komunis Indonesia (PKI) serta “antek asing dan aseng”.

Jokowi menyebut mereka yang suka menebar “hoax” sebagai politisi “sontoloyo”, dan mereka yang suka menakut-nakuti rakyat dengan isu-isu yang menakutkan sebagai politisi “genderuwo”, sehingga mereka pun perlu “ditabok”.

Ketika polisi berhasil menangkap oknum yang diduga memfitnahnya, Jokowi menyatakan bahwa itulah makna kata “tabok” yang ia lontarkan, yakni “menabok” secara hukum, bukan secara fisik melalui kontak fisik.

Benarkah Jokowi akan kembali memenangkan pertarungan pilpres? Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Jokowi bersama pasangannya KH Maruf Amin cenderung stagnan, atau seperti sebelum Jokowi melancarkan serangan-serangannya.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, misalnya, elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, mengungguli pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan angka 53,2% versus 31,2% atau selisih 22%, sedangkan yang belum memutuskan pilihannya 15,6%. Survei dilakukan pada 10-19 November 2018.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas