Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Buku Prosa dari Praha Bukan Narasi Historis yang Hitam dan Putih

Nana Supriatna menjelaskan, bahwa masyarakat dalam Prosa dari Praha dianalisis dari berbagai aspek.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Buku Prosa dari Praha Bukan Narasi Historis yang Hitam dan Putih
ISTIMEWA
Diskusi buku Prosa dari Praha Bukan Narasi Historis di Ampitheater, Bandung, Senin, 10 Agustus 2018. 

Keempat hal itu menunjukkan peta hubungan masyarakat sebagai konsumen dengan sektor industri.

“Di satu sisi, masyarakat ini adalah obyek yang harus dirayu, di sisi lain, masyarakat konsumen dinarasikan sebagai masyarakat yang tidak otonom dan berada di bawah kekuasaan yang dikendalikan oleh pemilik modal,” kata Nana Supriatna tentang isi bukunya.

Nana Supriatna lalu mengingatkan, bahwa pengendalian pemilik modal atas masyarakat konsumen yang benar-benar nyata itu semestinya membuat masyarakat sadar.

“Masyarakat sudah seharusnya menjadi konsumen yang cerdas,  tidak membeli produk karena pencitraan maupun brand, tapi harus otonom,” kata Nana Supriatna.

Sebagai konsumen pintar, masyarakat mesti tau mana produk yang bermanfaat bagi dirinya, dan juga memiliki komitmen untuk memberdayakan mereka serta tidak merusak lingkungan. Konsumen cerdas, lanjut Nana Supriatna, mampu berpikir merdeka dari semua pengaruh bujuk rayu korporasi global. Bahkan bisa mendidik korporasi untuk tidak merusak lingkungan.

“Sebanyak 70 juta ton sampah plastik mencemari Indonesia. 3,5 juta ton dari 70 juta ton itu mengotori lautan nasional,” kata Nana Supriatna seraya menceritakan ditemukannya ikan paus mati dengan perut berisi 8 kilo sampah plastik.

Kekurangan dari buku ini, kata Karim Suryadi ada dua hal.

Rekomendasi Untuk Anda

“Buku ini sudah membahas habis konsumerisme, namun dua hal lain belum terbahas, yaitu, celebritization dan cynism,” kata Guru Besar Komunikasi Politik UPI.

Padahal, lanjut Karim Suryadi, ketiganya diantarkan tiga hal lainnya,  investor global, produk global dan informasi global. (Abdullah Taruna)

Baca: Dibeli Orang Misterius, Potret Hitler Bersama Seorang Gadis Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah

Baca: Polisi Sebut Orang Tua Tak Izinkan Jenazah Eril Dardak Diautopsi

Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas