Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Yustinus Prastowo: Sudirman Said, Siapa yang Berdusta?

Banyak spekulasi. Tapi saya hanya ingin menyodorkan cermin, yakni ucapan Mas Dirman sendiri di Majalah TAMBANG.

Yustinus Prastowo: Sudirman Said, Siapa yang Berdusta?
ISTIMEWA
Yustinus Prastowo 

Oleh Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Pasca debat kedua ada konferensi pers Timses untuk menyampaikan pandangan dan penilaian atas debat.Sudirman Said, mantan menteri Jokowi yang sekaligus Direktur Materi dan Debat BPN, menyampaikan komentar dengan nada datar, kurang bersemangat, dan wajahnya tampak memancarkan kegalauan hebat.

Seolah menjadi pengakuan bahwa kandidat yang didukungnya kalah debat, ia lantas menggeser isu ke kejujuran. Barangkali juga untuk menutupi ia kedodoran dan lalai mengasupi Prabowo dengan data dan pertanyaan maut. Sejak itu, amplifikasi akurasi data bergema, lalu menjadi tuduhan kebohongan.

Tak puas, Mantan Menteri ESDM ini mengorek kisah lama rencana pemberian ijin PT Freeport Indonesia. Ia jelas menyerang dan memojokkan Presiden Jokowi dengan menuduh melakukan pertemuan rahasia dengan Jim Moffet, petinggi Frepport McMoran.

Sejatinya banyak orang, termasuk pelaku usaha, mengapresiasi dan percaya bahwa Sudirman berkinerja cukup baik, termasuk dapat berpikir jernih dan bersikap objektif mengenai isu Freeport. Ia pun lekat dengan sematan figur berintegritas lantaran rekam jejaknya yang panjang di isu anti-korupsi.

Celakanya, ia sedang menebar angin dan barangkali terlampau cepat menuai badai. Adalah Majalah TAMBANG edisi November 2015 yang mendokumentasikan wawancara panjang lebar dengannya, khusus soal Freeport.

Jika membaca wawancara itu, ia jelas tampak sebagai pembantu Presiden yang jernih, jujur, dan loyal. Waktu itu, tak ada sama sekali perbedaan dengan Presiden, bahkan ia mendukung penuh.

Ditanya tentang pertemuan Presidan dengan Moffet yang terkesan rahasia, Sudirman menangkis taktis,“Presiden menjalankan tugas negara, dan itu bukan merupakan operasi rahasia.

Itulah cara beliau mengurangi kegaduhan. Akan salah kalau Presiden dan Moffet membuat kesepakatan sendiri, baru kemudian mengundang saya. Presiden ketika bertemu Moffet selalu mengajak menteri teknisnya. Saya sebagai menteri teknis berkewajiban menindaklanjuti.”

Sudirman pun gamblang menerangkan bahwa Presiden dan dia biasa bertemu chairman perusahaan-perusahaan sektor energi dan SDA, hal yang lumrah. Bahkan ia menyampaikan apresiasi petinggi Freeport kepada Pemerintah Indonesia, yaitu Presiden dan Menteri ESDM, karena perlakuan yang profesional. Jelas tersirat peran besar Meteri ESDM dan jajarannya dalam proses yang bagus ini.

Kini Sudirman mengatakan yang sebaliknya, bahwa Presiden Jokowi dan Moffet melakukan pertemuan rahasia, berbalik 180 derajat dengan ucapannya sendiri pada November 2015. Tak cukup di situ, ia pun menuduh kesepakatan dengan PTFI lebih menguntungkan Freeport dan seolah ia hanya juru ketik yang didikte.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas