Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Rusuh di Papua

Presiden Jokowi Harus Tegas Mengambil Keputusan dalam Menyelesaikan Masalah Rasialisme

Presiden harus tegas dan lugas dalam mengambil keputusan, perintahkan kepada Kapolri dan Komnas HAM untuk investigasi mengungkap siapa pelaku rasisme

Presiden Jokowi Harus Tegas Mengambil Keputusan dalam Menyelesaikan Masalah Rasialisme
Istimewa
Leonardus O Magai, Mahasiswa Papua di Kota Bandung 

Penulis:
Leonardus O Magai
Mahasiswa Papua di Kota Bandung

DUA hari sebelum peringatan HUT Ke-74 tahun kemerdekaan Indonesia, terjadi persekusi dan rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang oleh pihak ormas reaksioner, sehingga ditanggapi serius oleh rakyat Papua di Bumi Cendrawasih.

Ada banyak hal terjadi di antaranya kerusakan bangunan, rumah, pasar, bank, kantor layanan publik dan kerusuhan antara orang Papua dengan pihak militer membuat orang Papua tak aman termasuk keberadaan mahasiswa Papua di Jawa Barat ikut kena dampak.

Demokrasi Indonesia mensyaratkan penghormatan yang setinggi-tingginya terhadap hak asasi manusia, pelecehan terhadap martabat kemanusiaan setiap warga negara adalah langkah awal kemunduran demokrasi kita.

Peristiwa tidak beradab yang dilakukan oleh aparat negara dan ormas terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang menyebabkan gelombang aksi besar-besaran di Manokwari, Sorong, Fak-fak, Timika, Maybrat, Sorong Selatan, Kaimana, Merauke, Nabire, Wamena, Yahukimo, dan Jayapura seharusnya tidak perlu terjadi jika kita, para ormas, termasuk aparat negara, menyadari bahwa kemanusiaan adalah mahkota dari hidup bersama dalam negara berdemokrasi Pancasila.

Ratusan mahasiswa Papua Barat yang menggelar aksi di Taman Aspirasi dekat Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta membubarkan diri pada Kamis (22/8/2019) sekira pukul 17.00 WIB.
Ratusan mahasiswa Papua Barat yang menggelar aksi di Taman Aspirasi dekat Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta membubarkan diri pada Kamis (22/8/2019) sekira pukul 17.00 WIB. (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Sayangnya, meski telah merdeka 74 tahun, bangsa kita masih jauh dari beradab.

Negara masih memandang bangsa Papua sebagai the second class in the state dan karena itu berani mengatakan Orang Papua adalah Monyet.

Dalam hal ini, negara telah gagal menjamin hak-hak setiap warga negara untuk berpendapat, berserikat dan berkumpul untuk menyampaikan pendapat di muka umum serta membiarkan terjadinya persekusi dan praktik rasial terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Negara gagal menjalankan tugasnya sebagai penjamin dan pengadil hukum, HAM dan Keamanan karena tidak hadir untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia, justru hadir sebagai aktor yang memprovokasi terjadinya tindakan rasis dan aksi biadab tersebut.

Demi menjaga kedamaian dan ketertiban Negara, seharusnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bukan hanya meminta maaf, tetapi Presiden memerintahkan kepada Kapolri untuk segera mencopot jabatan Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Malang serta Kapolda Jatim karena lalai menjalankan tugasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas