Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Kala Papua Terkoyak Dupa Angkara

Situasi di Papua belum juga reda. Suhu terasa memanas dan korban yang tak berdosa berjatuhan di tanah merah berdarah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kala Papua Terkoyak Dupa Angkara
Ist/Tribunnews.com
Hadiekuntono's Institute (Research-Intelligence-Spiritual). 

Oleh: Rudi S Kamri

TRIBUNNEWS.COM -  Situasi di Papua belum juga reda. Suhu terasa memanas dan korban yang tak berdosa berjatuhan di tanah merah berdarah.

Mengapa situasi tak kunjung terkendali? Mengapa pendemo semakin liar mengumbar nyali?

Tapi sejujurnya saya melihat asap yang membakar sebagian wilayah Jayapura bukan sekadar asap biasa.

Keberanian para pendemo mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan Istana juga bukan keberanian biasa.

Semua terlihat seperti asap angkara dan keberanian yang dikendalikan dan disemburkan dari jauh oleh kelompok penista penguasa negara.

Rudi S Kamri.
Rudi S Kamri. (Ist/Tribunnews.com)

Siapa kelompok penista penguasa negara?

Rekomendasi Untuk Anda

Kita pasti sudah mafhum berbagai kelompok kepentingan di negeri ini meradang panas hati karena berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo selama ini.

Keberanian Jokowi dalam mengambil berbagai kebijakan telah mengusik kenyamanan hidup mereka.

Mulai pemberangusan mafia migas Petral sampai pengambilalihan 51% saham Freeport.

Dominasi mereka atas negara selama puluhan tahun langsung tersungkur saat Jokowi berkuasa.

Kemarahan mereka semakin memuncak saat Jokowi kembali terpilih pada Pemilihan Presiden 2019.

Kelompok pengacau negara ini sudah lama mencari momentum untuk mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara. Mereka hanya sedang menunggu pemicu agar mereka kembali membuat gaduh Indonesia.

Peristiwa pelecehan rasial yang terjadi di Surabaya hanyalah sekadar pemicu yang mereka tunggu.

Sayangnya sebagian saudara-saudara kita di Papua begitu mudah terprovokasi oleh nafsu angkara murka para penjahat itu.

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas