Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Demo, Musik dan Cinta

Bagi mereka, di muka bumi ini tak ada urusan lebih mulia, lebih menggairahkan, daripada demo. Dan demo

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Demo, Musik dan Cinta
Warta Kota/Alex Suban
Budayawan Mohamad Sobary, biasa dipanggil Kang Sobary, berkunjung di Kantor Redaksi Tribunnews Network di Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019) 

Mungkin, ini jawaban yang mereka nantikan. Soe Hok Gie lalu menjadi ikon bagi mahasiswa pergerakan sejati. Dan ukuran standar moral mereka pula. Kemudian mereka pun bicara kemurnian politik dalam demo.

Mereka tak memihak golongan manapun. Mereka tak tergiur pengaruh politik apa pun. Mereka bergerak karena mereka harus bergerak. Mereka memiliki ukuran politik sendiri: politik hati nurani.

Demo mereka murni seperti embun pagi. Dan kemurnian politik itu dijaga.

Mereka berkata: kita merdeka dan otonom. Inilah barisan kita. Inilah demo kita.

Imajinasi tentang demo, musik dan cinta tidak cukup.

Catatan penyair Taufiq Ismail dalam sebuah puisinya yang diinspirasi dari pengalaman demo mahasiswa Angkatan 1966 perlu dibaca agar semangat memandang diri sendiri suci murni itu memiiki landasan faktual yang mencukupi.

Mereka perlu menyadari bahwa dalam setiap perjuangan, kata penyair tersebut, selalu ada pengkhianatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Mahasiswa perlu pula menhyadari bahwa sebuah demo yang kelihatannya begitu ‘solid’, kompak dan jelas memperjuangkan aspirasi politik yang sama, bisa saja berakhir pedih.

Mahasiswa bisa dibuat kecewa karena ternyata demo itu menyimpang dari aspirasi perjuangan mereka. Tiba-tiba baru disadari, ada kepentingan politik lain yang telah merasuki barisan mereka.

Demo mahasiswa sering pula membukakan peluang lahirnya ‘tokoh’ terkutuk yang mendadak besar dan penting. Dia telah berhasil mencuri peran dan merebut jasa mahasiswa yang tak pernah menduga hal itu bisa terjadi.

Ini semua bisa terjadi kapan saja tapi tak terjadi dalam demo akhir-akhir ini, Demo kali ini jelas: mahasiswa melawan DPR, wakil rakyat, yang telah mengkhianati secara terang-terangan mandat rakyat.

Secara semena-mena mereka mengeluarkan RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Pertanian, RUU Air, RUU Perkoperasian, dan RUU KPK, yang secara mencuri-curi telah disahkan sendiri. Ini problem utama nasional kita.

Demo mahasiswa melawan kedurjanaan ini. Dan hanya ini masalah kita. Jika sikap politik mahasiswa memang semurni yang mereka teriakkan, maka mereka akan mengamuk jika arah perjuangan mereka disimpangkan.

Presiden Jokowi sendiri tidak setuju dengan semua RUU itu. Urusan kita tertuju mutlak dan fokus pada DPR.

Rakyat berteman pada Presiden Jokowi karena rakyat tidak buta, Pak Jokowi lah tempat terbaik bagi rakyat pada saat ini untuk bergantung. Beliau lah harapan Indonesia sekarang.

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas