Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Pilihan Presiden Tempatkan Dr Daniel Bentuk Pengakuan Negara Terhadap Intelektual Putra Terbaik NTT

Presiden Jokowi akhirnya telah memilih dan menetapkan Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH. Putra daerah asal NTT

Pilihan Presiden Tempatkan Dr Daniel Bentuk Pengakuan Negara Terhadap Intelektual Putra Terbaik NTT
Istimewa
Foto. 

Oleh: Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus

TRIBUNNERS - Ahli Hukum Tata Negara Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, merupakan salah satu dari tiga nama Calon Hakim Konstitusi yang diserahkan oleh Panitia Seleksi ( Pasel) kepada Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Desember 2019.

Nama itu diserahkan di samping dua nama lainnya yaitu Dr. Suparman Marzuki, SH dan Dr. Ida Bughiati, SH., untuk dipilih 1 (satu) Calon menggantikan posisi Hakim Konsttusi I Dewa Gede Palguna yang sudah memasuki akhir masa bhaktinya sebagai Hakim Konstitusi.

Presiden Jokowi akhirnya telah memilih dan menetapkan Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH. Putra daerah asal NTT,  Dosen sekaligus Wakil Dekan Fakuktas Hukum Universitas Atmajaya Jakarta sebayai Hakim Konstitusi menggantikan Dr. I DEWA GEDE PALGUNA, SH. MH., sehingga dengan demikian, secara resmi Dr. Daniel  Yusmic Pancastaki Foekh adalah pengganti I Dewa Palguna sebagai Hakim Konstitusi untuk masa tugas selama 5 (lima) tahun ke depan.

Sebagai orang NTT, berita terpilihnya Dr. Daniel Yusmic Pacastaki Foekh, SH. MH. merupakan sebuah berita yang sangat menggembirakan, karena selama pelaksanaan kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi (di samping Mahkamah Agung) sejak berdirinya pada tahun 2003, baru pertama kali setelah 20 tahun perjalanan MK, salah satu putra terbaik NTT berhasil meraih prestasi dan mendapat kepercayaan dari negara untuk duduk sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi RI.

Memang pada tahun 2017 yang lalu salah seorang putra terbaik NTT yang juga ahli Hukum Tata Negara yaitu Dr. Bernard L Tanya, SH. Dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah mengikuti seleksi Calon Hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketika itu  Dr. Bernard L. Tanya, SH. bersaing dengan dua Calon lain, yakni Dr. Saldi Irsa, SH. Guru Besar Universitas Andalas dan Dr.Wicipto Setiadi, SH. seorang purna tugas dari Kementetian Hukum dan HAM, namun yang terpiilih adalah Dr. Saldi Irsa, SH.

Dalam memilih dan menetapkan Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH, MH. sebagai Hakim Konstitusi mengalahkan 2 (dua) Calon Hakim Konstitusi lainnya, Presiden Jokowi tentu mempertimbangkan sejumlah aspek dan alasan mengapa sampai menjatuhkan pilihannya kepada Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH, sebagai pengganti mantan Hakim Konstitusi di MK, Dr. I Dewa Palguna, SH yang sudah selesai masa bhaktinya.

Pertama-tama, pasti soal aspek kemampuan intelektual di bidang Hukum Tata Negara dan spesifikasi Ilmu Hukum terkait lainnya, kedua, soal Integritas Moral dan Kejujuran yang tinggi.

Dengan memperhatikan faktor komposisi anggota MK terkait aspek keterwakilan secara geopolitik dan wawasan nusantara, dimana Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH. MH. adalah representasi wilayah Indonesia Timur yang sangat luas, berbentuk kepulauan dengan ribuan budaya dan tradisi yang beragam serta masih kuat berlaku..

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas