Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribunners
Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tribunners / Citizen Journalism

Sandyakalaning Amien Rais

Julius Caesar dari Romawi dikhianati oleh Brutus yang tak lain menterinya sendiri, dan yang pernah ia tolong.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sandyakalaning Amien Rais
Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk hadir pada acara Rakerwil PAN Jatim, Minggu (12/1/2020). 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Politik memang identik dengan pengkhianatan.

Maka relasi patron dan klien di dalam politik ibarat relasi antara harimau dan kucing, di mana kucing yang sewaktu-waktu bisa menjelma harimau akan memangsa harimau tua yang sudah renta.

Julius Caesar dari Romawi dikhianati oleh Brutus yang tak lain menterinya sendiri, dan yang pernah ia tolong.

Tunggul Ametung dari Singosari dikhianati oleh Ken Arok, salah satu orang kepercayaannya.

Di masa Indonesia merdeka, pengkhianatan demi pengkhianatan pun terjadi, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, hingga kini Orde Reformasi.

Di era Orla, Presiden Soekarno dikhianati Soeharto melalui Surat Perintah 11 Maret 1966 (Super Semar) yang berujung pada pemakzulannya.

Berita Rekomendasi

Di era Orba, Presiden Soeharto dikhianati Akbar Tandjung, Ginandjar Kartasasmita dan kawan-kawan yang mundur dari kabinet, bahkan oleh Wakil Presiden BJ Habibie yang mau menerima jabatan Presiden RI saat Soeharto menyatakan mundur pada 21 Mei 1998.

Di era reformasi, Habibie pun dikhianati Akbar Tandjung, Ginandjar Kartasasmita dan kawan-kawan yang pernah satu gerbong dalam kabinet Presiden Soeharto, dengan menolak pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie karena telah melepaskan Provinsi Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi.

Baca: Nasib Amien Rais Dalam Struktural PAN Belum Ditentukan, Zulkifli Hasan: Nanti Kita Diskusikan Lagi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang partainya memenangi Pemilu 1999 dikhianati oleh Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid yang mau menjadi Presiden RI, dan juga oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang membentuk Poros Tengah dan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) RI mengangkat Gus Dur sebagai Presiden RI.

Gus Dur kemudian dikhianati Amien Rais yang mengangkat Wakil Presiden RI Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI, dan juga oleh Megawati yang mau diangkat menjadi Presiden RI.

Gus Dur juga dikhianati Muhaimin Iskandar yang tak lain keponakannya sendiri dengan berebut kursi Ketua Umum PKB yang akhirnya dimenangkan oleh Cak Imin.

Kini, Amien Rais dikhianati oleh Zulkifli Hasan yang tak lain adalah besannya sendiri, dan juga kader yang dibesarkannya sehingga sempat menjadi Ketua MPR RI, Menteri Kehutanan RI, dan juga Ketua Umum PAN periode 2015-2020, dan dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, 10-12 Januari 2020, Zulhas terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Amien mendukung Mulfachri Harahap sebagai calon ketua umum. Dalam kongres yang diwarnai kericuhan, yang disebut Amien sebagai kongres terburuk parpol sepanjang sejarah Indonesia merdeka, Zulhaz berhasil menyingkirkan Mulfachri yang akan diduetkan dengan putra kandung Amien, Hanafi Rais, sebagai sekretaris jenderal.

Amien pun mulai tersisih dari PAN, bahkan kini memasuki senja kala atau sandyakala dalam percaturan politik nasional.

Sandyakalaning Amien Rais pun menjadi keniscayaan seirama dengan hukum alam.

Dalam kabinet Zulhas periode kedua, kursi Ketua Dewan Kehormatan PAN yang semula diduduki Amien Rais hampir pasti akan diduduki Hatta Rajasa, besan Susilo Bambang Yudhoyono yang juga pernah dibesarkan Amien Rais sehingga sempat menjadi Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara. dan terakhir Menteri Koordinator Perekonomian.

Tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan. Besan pun bisa pecah kongsi dalam politik. Apalagi konon rumah tangga anak Zulhas dan Amien Rais sedang kurang harmonis.

Amien pun meradang. Pakar politik Timur Tengah ini meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo agar tidak mengesahkan kepengurusan PAN hasil Kongres V di Kendari yang dinahkodai Zulhas. Amien mengaku siap membeberkan bukti-bukti kecurangan kubu Zulhas dalam kongres.

Akankah pemerintah mengabulkan permintaan Amien? Melihat preseden yang terjadi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sangat kecil kemungkinan dikabulkan.

Apalagi Zulhas sudah menyampaikan sinyal mau mendukung pemerintah. Capai pula menjadi oposan.

Dus, Amien Rais tampaknya benar-benar memasuki senja kala di dunia pilitik.

Maka penggalan syair lagu lawas Elpamas pun tampaknya perlu kembali diperdengarkan:

Pak Tua, sudahlah
Engkau sudah terlihat lelah
Pak Tua, sudahlah
Kami mampu untuk bekerja

* Karyudi Sutajah Putra: Pegiat Media, Tinggal di Jakarta.

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas