Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Selamat Jalan Pak Bob Hasan
Harapan saya bertemu dengan Pak Bob, dijabah Allah. Saya bersyukur bertemu dan bisa ngobrol lama (sekitar 1 jam).
Editor: Toni Bramantoro
OLEH: Zainudin Amali
Innalillahi wa innailaihi rojiun...
Saya sangat berduka atas berpulangnya Bapak Mohammad Hasan atau akrab disapa Bob Hasan. Tokoh yang amat populer di seantero nasional.
Beliau adalah tokoh yang sangat all out dengan dunia olahraga, khususnya dunia atletik nasional.
Sebulan yang lalu, saat Beliau masih berobat di Thailand, sempat ngobrol melaui telpon dengan saya. Banyak yang ia kisahkan dan membuat kekaguman saya semakin tinggi.
Jasa Beliau untuk olahraga di Indonesia sangat luar biasa, khususnya utk cabor atletik. Itu sebabnya, tiga hari setelah saya dilantik menjadi Menpora, saya bergerak ke pelatnas atletik yang sedang persiapan untuk ke Sea Games, Manila, Philippina.
Harapan saya bertemu dengan Pak Bob, dijabah Allah. Saya bersyukur bertemu dan bisa ngobrol lama (sekitar 1 jam). Beliau cerita panjang lebar tentang suka-duka mengurus cabor khususnya atletik.
Kekaguman saya semakin bertambah. "Hebat sekali bapak tua yang satu ini," kata saya di dalam hati.
Bayangkan, di usianya yang sudah semikian uzur, Beliau masih mau tiap hari datang ke lapangan. Datang ke Stadion Madya Senayan untuk menemani pelatih, atlet & pengurus cabor. Tidak ada rasa lelah, atau bosan. Semua itu bukti panggilan jiwa Beliau & dedikasi. Sungguh luar biasa.
Jujur, tak banyak orang yang mau seperti dia. Dan, dunia olahraga Indonesia sangat beruntung memiliki orang seperti Pak Bob Hasan. Jika bukan untuk olahraga gak mungkin Beliau ada di lapangan.
Ya, di saat banyak orang tua seusia Beliau, sudah memilih di rumah, beristirahat, dan bercengkrama dengan cucu dan cicit, Pak Bob masih memilih jalan ini. Pak Bob sepertinya telah memilih pengorbanan & pengabdiannya di jalur ini.
Sungguh, ketika memperoleh kabar Beliau berpulang, Selasa (31/3/2020) jam 11.oo di RSPAD, ada kepedihan menghujam dada saya.
Kepedihan telah kehilangan tokoh yang berdedikasi penuh untuk dunia olahraga nasional sekaligus orang tua dan mentor yang luar biasa.
Masih terngiang di telinga saya keingingannya untuk mampir ke kantor saya, Kemenpora.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.