Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Catatan dari Markas Gugus Tugas Covid 19: Sukun Seram, Nikmat Penuh Kenangan

Hari Kamis (7/5/2020) menjadi hari yang manis, terkhusus bagi Kepala Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, Doni Monardo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Catatan dari Markas Gugus Tugas Covid 19: Sukun Seram, Nikmat Penuh Kenangan
Istimewa
Hidangan sukun goreng, sukun rebus, dan gula merah di lantai 10, Graha BNPB, Jakarta Timur. 

Oleh: Egy Massadiah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Kamis (7/5/2020) menjadi hari yang manis, terkhusus bagi Kepala Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, Doni Monardo.

Saat buka puasa, terhidang sukun goreng, sukun rebus, dan gula merah di lantai 10, Graha BNPB, Jakarta Timur.

Doni pun membuka kisah.

Tepatnya di ruang tengah lantai 10 yang kerap dijadikan ajang kongkow usai berbuka puasa kepada tamu dan staf.

Di mana letak manisnya? Letaknya pada kenangan tiga tahun berselang.

Terjadi nun di Pulau Seram, Maluku, saat ia menjabat Pangdam XVI/Pattimura.

Rekomendasi Untuk Anda

Kenangan indah berbuah manis, yang terkait dengan hidangan sukun dan gula merah malam itu.

Baca: Percakapan Terakhir Didi Kempot Dengan Letjen Doni Monardo

Benar. Siang sebelumnya, sebuah paket meluncur, ditujukan untuk Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Pengirimnya, mantan anak buah Doni di Batalyon 731.

Ini merupakan salah satu batalyon di bawah Korem 151/Binaya, Kodam XVI/Pattimura.

Isinya? Buah-buah sukun dan gula merah.

Hidangan sukun goreng, sukun rebus, dan gula merah di lantai 10 2
Hidangan sukun goreng, sukun rebus, dan gula merah di lantai 10, Graha BNPB, Jakarta Timur.

Yang lebih menarik adalah, sukun-sukun kiriman itu, dipetik langsung dari ‘pohon sukun doni monardo’.

Benar, pohon sukun yang ditanam langsung oleh kedua tangan Doni Monardo pada 4 Januari 2017, dan kini telah tumbuh dan berbuah lebat.

Baca: Doni Monardo: Tidak Ada Perubahan Peraturan Tentang Larangan Mudik

Pohon itu ditanam serentak bersama 150.000 bibit pohon lain di areal Batalon 731 yang terletak di kota Masohi.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas