Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Kinerja Menteri Jokowi

Menunggu Godot "Reshuffle" Kabinet

Sebagai sebuah ungkapan umum, menunggu Godot kemudian diartikan sebagai menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.

Menunggu Godot
Ist/Tribunnews.com
Drs H Sumaryoto Padmodiningrat MM 

Saat itu sejumlah nama menteri masuk daftar merah, antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan ini yang paling kontroversial: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo!

Usai disentil Presiden, kabinet seperti bergegas tancap gas. Terbukti kemudian Menteri Sekretaris Negara Pratikno memaklumatkan tak jadi ada "reshuffle' karena kinerja kabinet membaik.

Padahal, yang sesungguhnya terjadi adalah kabinet terjebak kutukan Sisifus.

Kutukan Sisifus

Sisifus adalah tokoh dalam mitologi Yunani yang dikutuk untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia, yakni mendorong batu ke puncak gunung, namun ketika hendak mencapai puncak, batu itu menggelinding jatuh kembali.

Sisifus pun harus mengulangi pekerjaan mendorong batu itu ke puncak, lalu jatuh lagi, lalu dorong lagi, begitu seterusnya. Mengapa Sisifus dikutuk? Karena ia mencuri rahasia para dewa.

Adalah Albert Camus (1913-1960), sastrawan eksistensialis asal Perancis, yang pada 1942 menulis “Le Mythe de Sisyphe” (Mitos Sisifus) itu.

Mengapa kabinet terjebak kutukan Sisifus? Inilah kekeliruan Presiden Jokowi sejak awal, bahkan sejak awal Kabinet Kerja atau periode pertama kepemimpinannya. Jokowi menyusun kabinet berdasarkan politik etis atau politik balas budi.

Jokowi mengingkari janjinya untuk menghadirkan zaken kabinet atau kabinet ahli.

Akibatnya, masing-masing menteri punya "hidden agenda" atau agenda terselubung sendiri-sendiri.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas