Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Catatan Tentang SKB 3 Menteri Mengenai Pemakaian Jilbab di Sekolah

Sebelum terbitnya SKB 3 Menteri di atas, jagad lini maya sudah lebih dahulu diramaikan oleh polemik pro-kontra soal aturan yang mewajibkan

Catatan Tentang SKB 3 Menteri Mengenai Pemakaian Jilbab di Sekolah
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi 

Oleh M Zainal Arifin  *)

DUA hari lalu, saya mendapat beberapa pesan kawan-kawan di dua grup whatsap berbeda. Isinya meminta saya memberi sedikit catatan terhadàp konten video Harsubeno Arief (HA) dengan titel: "MAKIN ANEH! MENDADAK SYARIAH TAPI JILBAB DILARANG DI SEKOLAH," yang cukup ramai di posting di medsos beberapa hari terakhir sebagai respon terhadap terbitnya SKB 3 Menteri terkait penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri jenjang pendidikan dasar dan menengah. 

Sebelum terbitnya SKB 3 Menteri di atas, jagad lini maya sudah lebih dahulu diramaikan oleh polemik pro-kontra soal aturan yang mewajibkan pemakaian jilbab bagi siswa di Padang.

Dalam perspektif saya yang dangkal, konten video HA tsb, tidak hanya salah paham sebagaimana tanggapan beberapa kawan, tapi juga tendensius dan provokatif, karena terkesan ingin membenturkan Islam dengan negara.

Baca juga: Jilbab dalam Narasi Otoriter Rezim Nadiem Makarim

Tidak ada poin dalam SKB 3 Menteri itu yang melarang siswa berjilbab. Inti dari SKB itu adalah melarang pihak sekolah untuk membuat aturan (ketentuan) yang mewajibkan siswa untuk berjilbab atau sebaliknya, melarang siswa untuk berjilbab. 

Jadi aneh kalau tiba-tiba muncul tuduhan bahwa negara sepertinya alergi dengan simbol-simbol keislaman karena membatasi warganya untuk berjilbab. Di kalangan ASN, di TNI-Polri, bahkan di kalangan atlet kita yang berlaga di Asian Games lalu, banyak yang berjilbab, termasuk atlet bola voli yang selama ini identik dengan pakaian minim. Tidak ada larangan sama sekali bagi mereka untuk berjilbab, apalagi bagi para siswa.

Baca juga: Dua Menteri Soroti Polemik Aturan Wajib Jilbab bagi Siswi Non-Muslim di Padang, Ini Tanggapannya

Terhadap kewajiban bagi setiap muslim untuk menjalankan syariat Islam yang jadi argumen sebagian orang untuk mendukung aturan atau perda-perda syariat seperti yang berlaku di Padang dengan dalih sebagai bentuk pengamalan sila pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 45, saya ingin memberi catatan:

Pertama, apa yang disebut syariat Islam?  Apa saja yang termasuk syariat dan bukan syariat itu, tidak semua ulama satu pandangan. Jadi pengertiannya multi tafsir dan bersifat sangat personal. Sekarang saja, setelah adanya gerakan-gerakan islamisme seperti Wahabi, HTI, dll, tiba-tiba saja pengertian dan lingkup syariat itu diseragamkan (mono tafsir) diikuti keharusan untuk dijadikan hukum publik.

Lalu, perbedaan pemahaman dengan mereka tidak dimaknai atau diletakkan sebagai perbedaan tafsir, tapi sebagai pembangkangan terhadap "syariat" (istilah populernya tidak syar'i), yang artinya belum "hijrah", maka konsekuensinya akan dicap "kafir harbi" yang harus dilawan, bahkan kalau perlu diperangi sebagai bentuk pengamalan dari perintah "jihad" yang dipahami berdasarkan tafsir tunggal mereka.

Baca juga: Soal Aturan Jilbab bagi Siswi non-Muslim, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat, tapi Ada Syarat

Kalau kita bicara tentang kewajiban memberi makan fakir miskin dan anak yatim, semua aliran dan mazhab keislaman sepakat bahwa itu syariat Islam. Tidak ada perdebatan soal itu. Tapi menyangkut apakah berjilbab bagian dari syariat Islam atau bukan, para ulama besar dunia, baik klasik mau pun kontemporer berbeda pandangan soal itu.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas