Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Mutasi Ganda Virus Covid-19

Dalam beberapa hari ini cukup banyak berita tentang mutasi vaksin COVID-19. Sejak Februari 2020 sudah diketahui adanya mutasi D614G.

Mutasi Ganda Virus Covid-19
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI.  - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

Selain itu, Inggris juga menemukan 40 kasus lagi yang sudah ada mutasi E484K, sehingga total 105 kasus. Sebagian besar memang ada riwayat perjalanan tetapi 11 diantaranya tidak bepergian ke luar negeri, jadi nampaknya sudah ada penularan lokal di masyarakat juga. Inggris kemudian meningkatkan secara lebih banyak lalgi jumlah yang di test dan di sekuensing.

Inggris sebenarnya punya kemampuan sekuensing yang tinggi. Sekitar separuh dari genom SARS-CoV-2 yang dimasukkan ke database global GISAID berasal dari Inggris.

Negara ini melaporkan bahwa mereka sudah melakukan sekuen genomik pada 7% dari sampel positig COVID-19 di negara itu. Amerika Serikat misalnya baru melakukan sekuensing pada kurang dari 1%.  

Pakar dari University of Cambridge di Inggris mengkonfirmasi bahwa adanya mutasi sekaligus B.1.1.7 dan  E484K akan secara nyata meningkatkan jumlah antibodi yang diperlukan untuk mencegah infeksi.

Kita sudah tahu bahwa varian denga mutasi  B.1.1.7 membuat virus jauh lebih mudah menular, dan kalau ini bergabung dengan terganggunya imunitas akibat mutasi E484K maka tentu menjadi hal yang amat perlu perhatian semua pihak. 

Hal lain yang juga perlu dapat perhatian adalah bahwa varian Afrika Selatan (apalagi kalau bersama dengan varian B.1.17) dapat membuat reinfeksi (infeksi ulangan) lebih mudah terjadi, pada orang yang tadinya sudah terinfeksi COVID-19 oleh virus yang belum bermutasi.

Sehubungan dengan berbagai mutasi yang terjadi maka pada Januari 2021 WHO Eropa menyampaikan tiga himbauan.

Pertama, melakukan investigasi mendalam kalau ada kejadian luarbiasa penularan yang ccepat di masyarakat dan atau kejadian penyakit berat yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Ke dua, secara sistematik meningkatkan jumlah sekuensing yang dilakukan pada subset tertentu infeksi virus SARS-CoV-2, dan menggunakan data yang didapat untuk melakukan tindakan kesehatan masyarakat yang harus dilakukan segera.

Hal ketiga adalah membagikan data ini dengan negara lain agar kita semua dapat lebih memahami dan mengantisipasi bagaimana sebenarnya pola penyebaran varian baru ini di masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas