Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menimbang Roadmap Politik Cak Imin dan Urgensi MLB

Dalam pandangan politis sebagian kader, perilaku Cak Imin adalah indikator kesewenang-wenangan dalam melakukan restrukturisasi.

Menimbang Roadmap Politik Cak Imin dan Urgensi MLB
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. 

Menimbang Roadmap Politik Cak Imin dan Urgensi MLB

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

TRIBUNNEWS.COM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedang kisruh. AD/ART Partai dilanggar. Spirit demokrasi diobrak-abrik. Ketua DPW tidak lagi dipilih oleh Ketua DPC melainkan langsung ditunjuk oleh DPP. Demikian pula DPC tidak lagi dipilih PAC tapi langsung dipilih DPW/DPP juga, Suara dari bawah tidak punya otoritas akhir, sebaliknya keputusan dari atas yang sangat menentukan. Demikian pandangan kelompok yang ingin menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB). Karenanya, Ketua DPW PKB Kalimantan Barat, Syarif Sabli, mengatakan bahwa Cak Imin telah melanggar AD/ART,

Dalam pandangan politis sebagian kader, perilaku Cak Imin adalah indikator kesewenang-wenangan dalam melakukan restrukturisasi. Syarif Sabli menambahkan, pandangan politis kubunya didukung oleh pandangan kultural kiyai-kiyai NU.

Ditambah lagi telah menyebar luas isu-isu di masyarakat bahwa Cak Imin mengincar jabatan Ketua Umum PBNU. Ambisi ini menjadi alasan penguat di balik dukungan kiai-kiai NU pada rencana MLB PKB.

Jika dilihat dari komponen pengusung MLB, kisruh PKB ini adalah cerminan dari daerah-daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Bagian Timur lainnya, dan Jawa Barat yang ingin bersuara lebih. Banyak pengurus daerah yang kecewa pada pengurus pusat.

Konflik pusat dan daerah sejatinya adalah realitas politik hari ini yang problematis, yang kerap kali ambisi pusat selalu mau menang sendiri atas harapan daerah. Kisruh PKB menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan kekesalan politisi daerah atas politisi pusat.

Jika MLB ini berhasil dan suara-suara daerah menjadi pemenangnya, maka arah politik masa depan akan bermuara dari daerah (pinggiran). Pembangunan nasional pun yang berorientasi pada suara pinggiran akan menemukan momentumnya.

Namun, hal itu tidaklah mudah. Kepemimpinan baru dan profesionalitas manajemen politik di lingkungan PKB harus lebih dulu menjadi contoh. Butuh visi yang lebih besar dari yang pernah ada. Semisal, kesiapan mental politisi pusat untuk membangun negara dari pinggiran.

Cak Imin tidak ubahnya dengan politisi kebanyakan. Pada saat dirinya khawatir akan digeser dari jabatan sebagai Ketua Umum, AD/ART biasanya di otak-atik. Suara dari bawah dibungkam. Suara DPC sebatas mengusulkan nama untuk memilih Ketua DPW, selebihnya DPP yang menentukan, Demikian Pula pada pemilihan DPC.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas