Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menimbang Roadmap Politik Cak Imin dan Urgensi MLB

Dalam pandangan politis sebagian kader, perilaku Cak Imin adalah indikator kesewenang-wenangan dalam melakukan restrukturisasi.

Menimbang Roadmap Politik Cak Imin dan Urgensi MLB
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. 

Dalam situasi yang serba otoriter ini, PKB membutuhkan figur-figur baru dalam kepemimpinan. Sebut saja ada pribadi ideal seperti Mahfud MD (Menkopolhukam), Yaqut Cholil Qoumas (Menag), atau Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim), Gus Yusuf Chudhori, Saipul Huda (Ketua DPW Jabar).

Mahfud MD, misalnya, adalah figur politisi senior kelahiran Madura, yang memiliki pemikiran dan kapasitas luar biasa. Kapasitasnya sebagai menteri di era Jokowi sangat memuaskan.

Survei yang digelar Surabaya Survey Center (SSC) 25 Maret 2021 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, misalnya, memasukkan nama Mahfud MD ke dalam 10 besar, dengan angka 2,5%. Hasil survei yang dilakukan oleh IndEX Research pun menyebut Mahfud MD dengan angka 1,6%. Dengan kata, Mahfud adalah satu-satunya kader Nahdliyyin yang masuk 10 besar radar capres 2024.

Tidak ada salahnya, PKB memberinya kesempatan untuk menjadi Ketua Umum dengan dua tujuan sederhana: pertama, mengubah PKB menjadi partai yang lebih modern dan demokratis, dan kedua, menguji sejauh mana Mahfud mampu menerjemahkan spirit Gus Dur sebagai mantan presidennya dulu yang menjadi pendiri PKB.

Kapasitas Mahfud MD menakhodai PKB juga tidak perlu diragukan. Kiprahnya malang melintang dipentas nasional adalah bukti nyatanya, bahkan Pada 2014, selangkah menjadi Cawapres Prabowo. Tahun 2019, hampir jadi Cawapres Jokowi. Ini semua indikator bahwa Mahfud MD diterima semua kalangan. Tidak tertutup kemungkinan, dengan kekuatan partai PKB, Mahfud mampu maju menjadi capres di Pilpres 2024.

Rekam jejak Mahfud MD tercatat sebagai kader militan PKB. Catatan digital begitu banyak bagaimana Mahfud berkontribusi pada era kepemimpinan Gus Dur. Lebih-lebih, beliau bisa diterima oleh para Ulama Nahdhiyyin, dengan latar belakangnya sebagai pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Jaringan dan dukungan dari kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tersebar di partai-partai lain akan mengalir.

Terlepas dari siapa kader terbaik PKB nantinya, Muktamar Luar Biasa menjadi penting. Bukan semata-mata untuk mengkritik Cak Imin yang dinilai melanggar AD/ART, tetapi MLB adalah kebutuhan seluruh simpatisan PKB.

Mau tidak mau, restrukturisasi PKB menjadi partai modern dan demokratis adalah sebuah keharusan yang dinanti-nantikan. Sebab, sudah terlalu banyak kader-kader lain yang potensial di PKB terpinggirkan. Terutama tokoh-tokoh daerah atau yang di anggap kompetitor Cak Imin, yang perlu diberi panggung di tingkat nasional. Sementara, Cak Imin sudah terlalu lama memimpin PKB.

Cak Imin sendiri memiliki peluang besar di jabatan struktural sebagai Ketum PBNU. Tentu saja, ini perlu keseriusan. Cak Imin harus berhasil mengambil hati seluruh kiyai-kiyai NU (PCNU) dan menjelaskan bahwa peran dirinya sebagai Ketum PBNU merupakan kebutuhan realistis. Bahkan secara hitungan kertas cak imin yang paling berpeluang besar dan "unstopable" untuk memimpin PBNU, hal ini bisa dilihat dari hubungan sinergis antara DPC PKB dan PCNU di tiap daerah.

Berkaca pada situasi paska Pilres 2019, di saat detik-detik pembagian kekuasaan, PBNU sempat meradang. Di satu sisi, jatah Kementerian untuk PKB bukan jatah untuk NU. Namun, di saat yang sama, NU tidak dapat jatahnya. Malah Kementerian Agama sempat jatuh duluan ke tangan Fachrul Razi. Baru belakangan Gus Yaqut dapat jatah sebagai representasi NU.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas