Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Jangan Memandang Papua Hanya dari Perspektif Jakarta

Pengurus Pusat GMKI meminta kepada pemerintah menggunakan pendekatan Peace Building, agar terjadi perdamaian yang berkelanjutan di tanah Papua

Jangan Memandang Papua Hanya dari Perspektif Jakarta
Kompas TV
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD dalam konferensi pers mengenai pernyataan KKB dikaregorikan sebagai terorisme. 

Oleh Jefri Gultom, Ketua Umum PP GMKI*

Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom
Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom (Ist)

KONFLIK  di tanah Papua belum kunjung selesai, tidak jarang kita dengar serangan bersenjata terus berlangsung, seperti tidak ada henti-hentinya. 

Peristiwa semakin panas ketika Minggu, 25 April lalu, Kepala BIN daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha tewas karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.

Hal tersebut kemudian menuai respon dari pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, organisasi atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan kekerasan di Papua dikategorikan sebagai teroris.

Baca juga: Imparsial Sebut Penetapan KKB Papua Sebagai Organisasi Teroris Harus Dilakukan Lewat Mekanisme Hukum

Baca juga: Kata Yenny Wahid Soal Kebijakan Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Kelompok Teroris 

Kelompok sipil bersenjata di Papua dikategorikan sebagai teroris, kata Mahfud, berdasarkan ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sedangkan, terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

Namun pengurus pusat GMKI menilai pemerintah jangan terlampau gegabah atau reaksioner untuk mengambil kesimpulan tanpa mempertimbangkan berbagai perspektif. Misalkan saja kelompok GAM di Aceh adalah kelompok serupa dengan KKB tapi tidak pernah dikategorikan sebagai teroris.

Sikap pemerintah yang demikian gegabah justru menambah masalah baru, dalam konteks stigmatisasi baru terhadap warga Papua, secara sosial akan selalu dirugikan, secara budaya justru jadi penghambat baru dalam dialog Papua-Jakarta. Kategorisasi tersebut akan jadi habitus baru Indonesia Umumnya kepada masyarakat Papua.

Secara hukum, tuntutan keadilan justru dipertanyakan. Resolusi konflik yang damai tidak hanya sekedar jargon tapi harus dihayati dalam cara kita berbahasa, termasuk istilah didalam. Bahasa harus jadi instrumen pemersatu bukan jadi domain untuk menciptakan stigma sosial yang tidak adil.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Yudie Thirzano
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas