Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Gali Pendidikan Karakter dan Nilai Anti Korupsi Lewat Naskah Kuno Nusantara

Salah satu bentuk kearifan lokal berupa pemikiran dan gagasan tentang sikap, perilaku bermasyarakat bisa kita jumpai pada naskah Amanat Galunggung.

Gali Pendidikan Karakter dan Nilai Anti Korupsi Lewat Naskah Kuno Nusantara
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
NASKAH KUNO - Petugas Seksi Perlindungan, Dedi Mulyadi memperlihatkan naskah kuno yang bertuliskan bahasa Arab pegon di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017). Naskah kuno dalam bentuk buku berbahan kertas daluang yang berjumlah empat buah itu berisi doa-doa tauhid. Peninggalan bersejarah tersebut ditemukan di kawasan Cirebon dan kini menjadi koleksi terbaru Museum Sri Baduga. Belum teridentifikasi tahun berapa naskah tersebut dibuat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Kearifan lokal dapat berupa hasil pemikiran dan merupakan produk budaya manusia, yang digunakan sebagai tuntunan dalam berperilaku, bersikap, dan hidup bermasyarakat.

Salah satu bentuk kearifan lokal berupa pemikiran dan gagasan mengenai sikap, perilaku dan kehidupan sosial bermasyarakat dapat kita jumpai pada naskah Amanat Galunggung yang merupakan sekumpulan naskah yang ditemukan di daerah Kabuyutan Ciburuy, Kabupaten Garut.

Naskah tersebut merupakan salah satu naskah kuno peninggalan suku Sunda.

Naskah kuno yang disimpan di Situs Kabuyutan Ciburuy.
Naskah kuno yang disimpan di Situs Kabuyutan Ciburuy. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Diperkirakan naskah ini telah ditulis pada abad ke-16 atau sekitar tahun 1518 dengan menggunakan media daun lontar dan nipah sebanyak 6 lembar dan terdiri dari 13 halaman, yang ditulis menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna.

Saat ini naskah tersebut disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta, dengan nomor kode MSA (Manuschrift Soenda A) Kropak 632. Nama Amanat Galunggung sendiri diberikan oleh seorang filolog bernama Saleh Danasasmita yang telah melakukan transkripsi dan menerjemahkan naskah tersebut.

Naskah itu kemudian dituangkan dalam kajiannya yang berjudul “Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung”.

Naskah Amanat Galunggung berisi nasihat-nasihat Rakeyan Darmasiksa kepada putera dan keturunannya. Rakeyan Darmasiksa merupakan seorang Raja Sunda yang diperkirakan pemerintahannya sampai abad ke 13 atau berkisar antara tahun 1175–1297 M.

NASKAH KUNO - Petugas Seksi Perlindungan, Dedi Mulyadi memperlihatkan naskah kuno yang bertuliskan bahasa Arab pegon di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017). Naskah kuno dalam bentuk buku berbahan kertas daluang yang berjumlah empat buah itu berisi doa-doa tauhid. Peninggalan bersejarah tersebut ditemukan di kawasan Cirebon dan kini menjadi koleksi terbaru Museum Sri Baduga. Belum teridentifikasi tahun berapa naskah tersebut dibuat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
NASKAH KUNO - Petugas Seksi Perlindungan, Dedi Mulyadi memperlihatkan naskah kuno yang bertuliskan bahasa Arab pegon di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017). Naskah kuno dalam bentuk buku berbahan kertas daluang yang berjumlah empat buah itu berisi doa-doa tauhid. Peninggalan bersejarah tersebut ditemukan di kawasan Cirebon dan kini menjadi koleksi terbaru Museum Sri Baduga. Belum teridentifikasi tahun berapa naskah tersebut dibuat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Sedangkan naskah ini baru ditulis pada abad ke 16, sehingga dapat dipastikan jika naskah ini merupakan hasil transliterasi dari nasehat tutur yang disampaikan secara turun temurun.

Secara umum, naskah Amanat Galunggung ini berisi pemikiran filosofis yang berkaitan dengan etika yang seharusnya dimiliki dan dilaksanakan oleh pemimpin negara dan masyarakat, serta nasihat-nasihat untuk menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur.

Naskah Amanat Galunggung memuat banyak nasihat, pedoman hidup, dan ajaran yang bersifat keagamaan.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas