Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Palapa Ring Integrasi Wujudkan Tol Langit

Indonesia punya kendala yang tidak dimiliki Singapura, Thailand, Laos, Kamboja yang kawasannya tidak dibelah-belah laut.

Editor: Hendra Gunawan
Palapa Ring Integrasi Wujudkan Tol Langit
Istimewa
Proyek Palapa Ring yang terkendala bencana 

Jaringan Palapa Ring, termasuk Palapa Ring Tengah, menjulur sepanjang 12.229 kilometer, 8.073 kilometer di antaranya merupakan sistem komunikasi kabel laut (SKKL). Terutama di kawasan tengah dan timur, kendala penggelaran kabel laut adalah dalamnya palung, yang bisa mencapai ribuan meter di bawah permukaan laut.

Ketiga juluran FO Palapa Ring tidak saling menyambung, dan Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Komunikasi) Kominfo akan membangun 12.803 kilometer FO Palapa Ring Integrasi, 8.203 kilometer di darat, 3.880 kilometer digelar di laut. Jaringan ini akan tersambung ke ketiga palapa ring, menjadi bagian dari Tol Langit yang dideklarasikan pemerintah.

Menurut Direktur Utama Bakti, Anang Latif, biaya pembangunannya hampir sama dengan biaya pembangunan Palapa Ring, Rp 8,6 triliun, yang akan dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. “Pengalaman pembiayaan dan pembangunan Palapa Ring membuat bank kini lebih mudah mengucurkan pinjaman modal,” katanya.

Pembangunan Palapa Ring Integrasi akan dimulai tahun depan dengan menggelar FO sepanjang 5.226 kilometer, fase dua di tahun 2023 sepanjang 6.857 kilometer. Pembangunan-pembangunan tadi, termasuk peluncuran satelit Satria1 yang merupakan satelit multifungsi HTS (High Throughput Satellite) pada tahun 2023, akan mempercepat 10 tahun pembangunan fasilitas ICT dari target semula.

Baca juga: Asuransi Jasindo Pastikan Klaim Satelit Palapa N1

Dari semua infrastruktur telekomunikasi seluler, F0 menjadi yang utama karena mampu menyediakan kapasitas yang sangat besar, dengan prasarana yang sangat kecil. Satu lembar FO dengan 144 core, bisa berkapasitas masing-masing sampai 100 giga, tidak ada tandingnya di antara kapasitas satelit, radio, gelombang mikro, apalagi kabel tembaga.

29 izin galian

FO menjadi prasarana utama penggelaran jaringan layanan generasi kelima (5G) yang butuh kapasitas sedikitnya 10 gigabyte (GB). Karenanya operator 5G mau tidak mau harus memiliki atau menyewa jaringan FO.

Saat ini di Indonesia sudah tergelar FO sepanjang 458.941 kilometer, 12.229 kilometer di antaranya berupa Palapa Ring dan sisanya 446.712 kilometer dibangun operator. Pembangunan jaringan FO masih terus dilakukan, tidak hanya oleh operator atau Bakti, walau kendala di lapangan tetap menjadi hambatan.

Kata Galumbang Menak, untuk membangun jaringan FO sepanjang 60 kilometer dari Jakarta ke Cikarang diperlukan 29 izin galian. “Tiap pemda yang dilewati mewajibkan adanya izin, di negara lain izin hanya dikeluarkan sekali, dari kementerian kominfonya,” ujarnya.

Di lapangan, satu jalur yang sama bisa ada lebih dari lima penyedia FO, bergelayut di beberapa tiang telepon merumpun di satu titik. Beda dengan Malaysia, BUMN-nya yang membangun ratusan ribu kilometer jaringan FO di seluruh negerinya, operator wajib menyewanya, tak ada gelaran kabel atau FO di sepajang sisi jalan.

Halaman
123
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas