Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menguak Sumber Energi Kiai Syukri Zarkasyi Secara Kecerdasan Hati

Enerji besar itu juga membuat beliau anti-toleransi. Maksudnya, anti-toleransi terhadap penyimpangan yang ada kemungkinan Pondok dirugikan.

Menguak Sumber Energi Kiai Syukri Zarkasyi Secara Kecerdasan Hati
Istimewa
Ubaydillah Anwar | Heart Intelligence Specialist 

MENGUAK SUMBER ENERJI KIAI SYUKRI SECARA KECERDASAN HATI

Ubaydillah Anwar | Heart Intelligence Specialist

TRIBUNNEWS.COM - Mengenang KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, satu hal yang hampir dipastikan semua orang sepakat adalah enerji beliau yang luar biasa dalam menjalankan kiprah dan perananya, baik di Gontor atau di Indonesia secara umum. Enerji besar itu terpancar dari bahasa vokalnya, nada suaranya, bahasa tubuhnya, dan kehadirannya. Enerji besar itu menggerakkan dirinya dan meradiasi orang-orang di sekitarnya.

Boleh dibilang tidak kenal kata capek untuk mengurusi manusia dan pesantren. “Ar-rohatu fi tabadulil amal,” pesannya yang selalu diperdengarkan ke santri. Definisi istirahat pun beliau ganti bukan dengan berhenti dari aktivitas, tetapi dengan melakukan rotasi aktivitas.

Enerji besar juga menggerakkan kreativitas dan inovasinya. Langkah pembangunan infrastruktur Gontor mengalami perkembangan yang eksponensial. Tak pernah mengenal kata menthok. Berbagai jalan diterobos. “Inna fil harakoti barokatan,” pesan beliau yang saya tulis di agenda. Seluruh santri diperintahkan untuk dinamis karena berdinamika itu menarik berkah.

Enerji besar itu juga membuat beliau anti-toleransi. Maksudnya, anti-toleransi terhadap penyimpangan yang ada kemungkinan Pondok dirugikan atau prinsip pendidikan pesantren dikorbankan. Kata seorang guru senior yang menjadi sahabat saya, dengan Ustadz Syukri itu kalau menyangkut masalah Pondok, 500 perak saja diurusi. Beliau hafal jumlah kran air untuk wudlu para santri dengan menghitung sendiri. Beliau mengambil keputusan rata-rata 27-30 keputusan setiap hari untuk Gontor dan cabang-cabangnya.

Enerji besar itu kerap membikin “malu” kiai-kiai muda yang ditraining beliau. Bagaimana tidak, meski usia sudah tua (sebelum beliau sakit), tapi soal kelincahan berpikirnya, enduransi mentalnya, dan ketahanan fisiknya mengalahkan orang muda. “Kita masih capek luar biasa karena diajak berdiskusi semaleman mengenai leadership pesantren, e . . . habis subuh sudah ngajak olahraga,” demikian sekelumit cerita dari seorang kiai ke saya.

Tidak hanya santri dan bangunan, tapi pohon dan seluruh makhluk Allah di Gontor telah menjadi a living proof bahwa enerji besar itu telah berkontribusi luar biasa bagi prestasi Gontor dan pendidikan Islam di Indonesia.

Meski berenerji tinggi yang membuat beliau orang berprinsip, tapi dalam pergaulan di tingkat nasional dan internasional, beliau memainkan fleksibelitas yang tinggi. Terbukti, jaringan koneksinya sangat luas.

RAHASIA ENERJI HATI YANG MELIMPAH

Halaman
123
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas