Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Pernyataan Arteria Dahlan Soal KPK Tak Boleh OTT Aparat Penegak Hukum 'Mendegradasi' Simbol Negara

Pernyataan Aretria Dahlan soal KPK tidak boleh melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat  penegak hukum merupakan pernyataan bodoh.

Editor: Adi Suhendi
Pernyataan Arteria Dahlan Soal KPK Tak Boleh OTT Aparat Penegak Hukum 'Mendegradasi' Simbol Negara
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Petrus Selestinus, Koordinator TPDI dan Advokat Perekat Nusantara. 

Oleh Petrus Selestinus, Koordinator TPDI dan Advokat Perekat Nusantara

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Aretria Dahlan soal KPK tidak boleh melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat  penegak hukum merupakan pernyataan bodoh.

Pernyataan Arteria Dahlan soal KPK tidak boleh melakukan OTT terhadap aparat penegak hukum karena aparat penegak hukum simbol negara mendegradasi simbol-simbol negara yang ada dalam UUD 1945.

Pernyataan Arteria Dahlan, bisa jadi signal bahwa masih ada upaya untuk merevisi UU KPK khusus untuk melindungi sekelompok orang yang dikecualikan dari OTT KPK, tidak hanya terhadap aparat penegak hukum, tetapi juga bisa melebar kepada Anggota DPR dan orang-orang partai.

Lebih berbahaya lagi, kalau pernyataan Arteria Dahlan itu dibaca sebagai upaya PDIP membela kepentingan Mafia (Mafia Peradilan, Mafia Tanah, Mafia Human Trafficking, dan lain-lain) yang punya cantelan dengan partai atau Komisi III DPR RI yang saat ini menjadi target operasi KPK.

Pembangkangan

Pandangan Arteria Dahlan, menempatkan aparat penegak hukum sebagai simbol negara terkait OTT KPK, jelas telah menurunkan derajat atau mendegradasi simbol-simbol negara yang tertuang dalam UUD 1945, yaitu bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan Indonesia yang harus dihormati. 

Karena apapun alasannya, simbol negara tidak  boleh  dijadikan perisai untuk melindungi koruptor, karena simbol negara dalam perspektif konstitusi UUD 1945 itu "perisai negara" sebagai sarana pemersatu, jati diri, dan wujud eksistensi bangsa, serta simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

Pada sisi yang lain, pernyataan Arteria Dahlan dapat dilihat sebagai bentuk perlawanan penyelenggara negara dari legislatif terhadap tugas KPK dalam memberantas korupsi dengan membonsai wewenang KPK secara kategorial.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Tanggapi Pernyataan Arteria Dahlan yang Sebut Penegak Hukum Tak Boleh Di-OTT

Arteria Dahlan seharusnya memiliki pandangan yang sejalan dengan visi misi PDIP yaitu mendukung OTT KPK untuk menciptakan aparat hukum yang bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Halaman
12
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas