Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Maksimalkan Peran Nelayan dan Pelaut untuk Menjaga Kedaulatan Negara

Kapal-kapal asing yang ingin melakukan kegiatan illegal wilayah Indonesia dapat dipantau dan segera dilaporkan oleh nelayan dan pelaut Indonesia

Editor: Eko Sutriyanto
Maksimalkan Peran Nelayan dan Pelaut untuk Menjaga Kedaulatan Negara
ist
Marcellus Hakeng Jayawibawa 

Oleh : Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT M Mar  *)

JAKARTA- Media  luar negeri memuat berita tentang puluhan  kapal asing yang ditahan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dapat bebas setelah membayar uang sebesar 250.000-300.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,6 miliar hingga Rp 4,3 miliar kepada salah satu anggota TNI AL

Pemberitaan tersebut diambil dari sebuah laporan Lloyd's List Intelligence, sebuah situs web industri. 

Kabar berita tersebut langsung membuat geram Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Yudo meminta untuk dibuktikan dan oknum perwira TNI AL benar meminta bayaran, pangkatnya dan tempat berdinasnya.

Adanya laporan soal adanya uang pelicin untuk pembebasan yang diberikan kepada korps TNI AL termasuk kategori berita yang tidak dapat mempercayainya.

Santernya pemberitaan itu bisa saja sebagai salah satu black campaign (kampanye hitam)  dari negara asing.

Baca juga: Kemendag Lepas Ekspor Produk Perikanan Hasil Tangkapan Nelayan Senilai USD 800 Ribu ke Pasar Kanada

Jadi  patut diduga sebagai "black campaign" dari perusahaan-perusahaan pelayaran asing atau pihak-pihak yang terimbas dari penegakan hukum terkait berlabuh secara ilegal (illegal anchoring) di teritorial Indonesia oleh TNI AL sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang undangan RI.

Tindakan yang dilaksanakan aparat TNI AL menangkapi kapal-kapal yang berlabuh secara ilegal di perairan Indonesia dekat Singapura, sudah sesuai aturan yang berlaku, karenanya justru sebagai Rakyat Indonesia, kita harus mendukungnya.  

Bisa jadi juga ada ketidakpahaman dari banyak pihak, termasuk nakhoda, awak kapal dan pemilik kapal), di mana outside port limit (OPL) itu sebagian sudah masuk ke teritorial negara Indonesia. 

Halaman
12
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas