Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Srikandi BUMN, Cyborg, dan Kecerdasan Buatan

Pada situasi-situasi seperti di atas, perjuangan para perempuan akan lebih bertenaga bila memanfaatkan teknologi.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Srikandi BUMN, Cyborg, dan Kecerdasan Buatan
iStockphoto
Ilustrasi. 

Memang di beberapa belahan dunia kadang masih ada kesenjangan antara perempuan dan teknologi.

Kadang kala penggunaan teknologi mengeksploitasi perempuan karena yang merancang modifikasi teknologi mayoritas memang laki-laki.

Bahkan ada teknologi yang sifatnya terkesan maskulin seperti senapan, peralatan militer, mobil, bangunan, sementara teknologi untuk perempuan dinisbahkan pada peralatan rumah tangga seperti setrika, mesin jahit, kompor dan mesin cuci.

Pada situasi-situasi seperti di atas, perjuangan para perempuan akan lebih bertenaga bila memanfaatkan teknologi.

Baca juga: Peringati Hari Perempuan Internasional, Puan: Lindungi Perempuan dalam Pusaran Konflik

Maka perempuan jangan terlalu sibuk dengan dikotomi maskulin dan feminin, lampauilah itu, raihlah visi yang lebih besar yang mengedepankan sisi-sisi kemanusian. Dan teknologi hari ini yang didominasi new media mampu menyediakan itu semua.

Pernyataan tersebut sebagian disarikan dari kuliah online Doktor Fachruddin Faiz, ahli filsafat Islam yang mengajar di UIN Sunan Kalijaga.

Kajian tersebut disiarkan di Youtube oleh Mesjid Jendral Sudirman (MJS) Channel Yogyakarta dengan judul Women and Cyborgs.

Srikandi BUMN

Srikandi BUMN didirikan untuk memberikan wadah bagi perempuan berkarya di BUMN agar dapat saling mendukung, membangun personal dan kapabilitas professional, belajar, adaptif, serta menjaga keseimbangan peran.

Peluncuran dan pengukuhan pengurusnya telah dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thorir pada 7 April 2021.

Srikandi BUMN dapat menjadi contoh tentang upaya mewujudkan penguatan jariangan kerja, aktivisme, gerakan saling memberi dukungan dan mendorong perempuan untuk saling belajar menggunakan teknologi sebaik mungkin.

Wadah ini menunjukkan bahwa perempuan berkarya di BUMN hidup dalam dunia yang terkoneksi, saling tergantung dan berafiliasi.

Hal ini mengukuhkan teori tersebut diatas tentang pentingnya membangun afiliasi untuk memperkuat posisi perempuan.

Perempuan yang berkarya di BUMN telah menciptakan jaringan baru, kekerabatan baru yang luar biasa besar.

Halaman
123
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas