Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribunners
Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tribunners / Citizen Journalism

Waspada Anemia Defisiensi Besi

Anemia yang dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dampak buruk yang terjadi bisa mengenai sembarang usia.

Editor: Sri Juliati
zoom-in Waspada Anemia Defisiensi Besi
FamilyDoctor.org
ILUSTRASI - Anemia yang dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dampak buruk yang terjadi bisa mengenai sembarang usia. 

Cukup banyak penyebab anemia. Defisiensi atau kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab tersering.

Zat besi memegang peran penting dalam pembentukan sel darah merah.

Hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah membutuhkan 4 ion besi agar strukturnya sempurna.
Kekurangan zat besi dapat diakibatkan oleh kurangnya asupan zat besi dari makanan.

Kebiasaan pola makan sehari-hari yang miskin asupan zat besi, misalkan pada vegetarian juga berpotensi mengakibatkan anemia defisiensi zat besi.

Penyebab lainnya adalah serapan zat besi di saluran cerna yang tidak adekuat maupun akibat kehilangan darah dalam jumlah yang cukup banyak dan sering, misalkan pada wanita yang mengalami haid berkepanjangan.

Demikian pula pada kondisi kebutuhan zat besi yang meningkat seperti pada kehamilan.

Seseorang yang mengalami anemia defisiensi besi dapat merasakan beberapa hal seperti kondisi lesu, mudah letih, mudah berdebar-debar saat beraktivitas, mata berkunang-kunang, pusing, sesak napas dan sulit untuk berkonsentrasi.

Berita Rekomendasi

Sebagian orang dengan anemia defisiensi besi juga mengeluhkan rasa kesemutan pada kaki dan telinga berdengung.

Sementara orang yang diduga menderita anemia defisiensi besi dapat dilihat dari tampilan fisik berupa kulit yang pucat, ada luka di sudut bibir, lidah yang biasanya kasar berubah menjadi licin dan kuku yang rapuh.

Beberapa pemeriksaan biasanya akan dilakukan oleh dokter jika menemui kondisi seperti itu.

Pemeriksaan darah lengkap ditujukan untuk melihat kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah.

Pemeriksaan gambaran darah tepi untuk menilai bentuk sel darah merah dan yang tidak kalah pentingnya adalah pemeriksaan cadangan zat besi yang ada di dalam tubuh.

Pada anemia defisiensi besi berat, cadangan zat besi dalam tubuh bisa mendekati nol.

Pengobatan anemia defisiensi besi tergantung kadar hemoglobin dan kondisi yang mendasarinya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas