Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Siapa Bisa Cegah Eksodus dari Jalur Gaza?

Militer Israel memerintahkan penduduk Palestina meninggalkan wilayah utara Gaza dan mengosongkan Gaza City, berpindah ke Gaza bagian selatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Siapa Bisa Cegah Eksodus dari Jalur Gaza?
AP/Adel Hana
Warga Palestina memeriksa puing-puing Masjid Barat yang hancur setelah terkena serangan udara Israel di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza, Senin pagi, 9 Oktober 2023. Militer Israel berjuang untuk mengusir pejuang Hamas dari kota-kota selatan dan menutup perbatasannya pada Senin. , saat mereka menggempur Jalur Gaza dari. (AP Photo/Adel Hana) 

Sulit terbayangkan dalam hari-hari atau pekan mendatang akan ada banjir penduduk di wilayah selatan Gaza yang juga sudah sangat padat.

Kelompok Hamas sebaliknya meminta penduduk Gaza mengabaikan ultimatum Israel, dan menyuruh mereka tetap bertahan di tempat masing-masing.

Seruan Hamas ini bisa sangat berbahaya bagi warga, mengingat militer Israel sudah terbukti tak pernah peduli dampak serangan mereka terhadap warga sipil.

Hamas bukanlah satu-satunya entitas di Palestina dan Jalur Gaza. Tidak semua penduduk sipil Gaza adalah anggota Hamas.

Dalam situasi yang amat sangat sulit seperti ini, penduduk Gaza nonkombatan tidak ada pilihan lain kecuali menyingkir.

Lain bagi petempur Hamas yang bisa dimasukkan ke kelompok kombatan, yang akan dianggap sah sebagai peserta perang dalam hukum konflik bersenjata internasional.

Mereka mungkin akan bertahan, melawan untuk setiap peperangan baru yang diciptakan militer zionis Israel ke Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Bagaimana dengan Mesir? Apakah negara ini akan membuka koridor eksodus yang aman dari Gaza menuju wilayah Sinai Mesir?

Ini memang satu-satunya jalan paling memungkinkan guna menyelematkan ratusan ribu hingga jutaan penduduk Palestina di Gaza.

Tapi solusi ini tidak mudah. Mesir pasti akan menghitung dampak atau ekses pemindahan penduduk Gaza, yang banyak di antaranya anggota dan simpatisan Hamas.

Menciptakan kantong baru permukiman Palestina di Sinai Mesir, sama saja menciptakan masalah baru yang dalam jangka panjang bisa sangat rumit.

Mesir terikat perjanjian damai dengan Israel. Mesir juga sedang memulihkan diri dari konflik politik  berdarah sepeninggal Hosni Mubarak.

Mesir juga masih menyimpan konflik dengan kelompok radikal bersenjata afiliasi ISIS di Semenanjung Sinai.

Kairo pasti tidak ingin sepanjang tapal batas mereka dengan Israel akan dikuasai kelompok bersenjata Hamas, dan melakukan perlawanan ke Israel dari balik pagar perbatasan Mesir-Israel.

Inilah krisis serius, masalah paling pelik hari-hari ini. Satu sisi bencana kemanusiaan penduduk Palestina ada di depan mata kita.

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas