Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Harapan Bagi Prabowo

Jika ada yang bertanya bagaimana kondisi Kyiv, saya akan katakan tidak baik-baik saja karena jam malam masih berlaku.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Harapan Bagi Prabowo
HANDOUT
Suasana di Kota Irpin, Ukraina, pada pertengahan Desember 2023 lalu 

PERTENGAHAN Desember lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Ukraina bersama rombongan masyarakat sipil Indonesia.

Kelompok kecil ini selain mengundang akademisi menyertakan pula perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), staf ahli di DPR hingga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Demi keamanan, rombongan kecil ini senyap menelusup hingga berhasil mencapai Kyiv menjelang Isya.

Entah kebetulan atau disengaja, Rusia ‘berbaik hati’ membangunkan kami sejak hari pertama bermalam di salah satu kota tertua di Eropa Timur itu.

Dentuman ledakan senjata pencegah serangan udara membuat sirine peringatan meraung mengusir kantuk.

Dengan panik dan gegas kami menuju rubanah hotel yang sebetulnya adalah ruang parkir paling bawah namun disulap menjadi bungker perlindungan. Dingin? Tentu saja!

Kami menjadi saksi langsung ketangguhan bangsa Ukraina bertahan dan terus melawan tekanan Rusia, bangsa yang masih berpikir adalah pewaris sah imperium komunis Uni Soviet.

Rekomendasi Untuk Anda

Pernah dalam sehari, kami sampai lima kali bergegas ke bungker perlindungan karena burung nazar besi Rusia berkeliaran di langit.

Jika ada yang bertanya bagaimana kondisi Kyiv, saya akan katakan tidak baik-baik saja karena jam malam masih berlaku.

Meski secara umum, kehidupan berlangsung normal.

Sekali lagi, tidak baik-baik saja karena sewaktu-waktu serangan udara Rusia datang.

Baca juga: Rudal Korut Ditemukan di Ukraina, Ternyata Pakai Komponen Buatan Eropa dan AS

Sejumlah pengamat menyebut perang di Ukraina akan berlangsung lama karena strategi Rusia dengan melakukan bombardir perkotaan Ukraina hingga luluhlantak tak lagi efektif.

Maklum sekadar copy paste meratakan wilayah Muslim di Grozny (Chechnya) maupun Allepo (Suriah).

Jika ditarik ke belakang, konflik Rusia-Ukraina ibarat bisul yang pecah karena sudah terjadi sejak 2014, dimulai dengan aneksasi Krimea oleh Rusia yang kemudian mendukung separatismedi Donbas (Donetsk-Luhansk) sehingga memicu perang regional.

Dalam pidato televisi sebelum invasi, Vladimir Putin, Presiden Rusia mempertanyakan hak kedaulatan Ukraina, dan mengklaim secara salah bahwa Ukraina didominasi oleh orang neo-Nazisme yang menyiksa orang Rusia di Ukraina.

Algooth Putranto 3
Suasana di Kota Irpin, Ukraina, pada pertengahan Desember 2023 lalu
Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas