Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Dari Kampus Angker Menjadi Kampus Tingkat Dunia

Kehadiran Universitas Sebelas Maret di Surakarta ini merupakan salah satu sejarah dalam perjalanan perguruan tinggi di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Suut Amdani
zoom-in Dari Kampus Angker Menjadi Kampus Tingkat Dunia
Dok UNS
Pembangunan Gedung Auditorium UNS di belakang Kantor Pusat di komplek Kampus Kentingan. 

Hanya saja kesan angker masih tampak waktu itu.

Di antara gedung-gedung bertingkat dan pohon-pohon rindang tampak suasana terasa seram.

Ditambah waktu itu jumlah mahasiswa dan karyawan masih sedikit.

Setelah jam 13.00 kampus menjadi sepi, tidak ada hilir mudik kendaraan dan orang yang kelihatan.

Di samping itu, pada ruang-ruang sering terjadi kesurupan di kalangan mahasiswa.

Hal ini berbeda dengan saat ini ketika jumlah mahasiswa, karyawan, dan jam perkuliahan sampai malam.

Kampus tampak selalu hidup hampir 24 jam karena beberapa kegiatan laboratorium masih berjalan sampai 24 jam.

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan di kampus sampai malam hari.

Pada hari libur, Sabtu dan Mingu, kampur menjadi favorit warga Solo untuk joging sehingga tetap ramai dan semarak.

Kesan angker di Universitas Sebelas Maret sudah betul-betul dilupakan orang.

UNS termasuk kampus terindah di Indonesia.

Upacara Dies Natalis UNS 48
Suasana Upacara Dies Natalis UNS 48

Kehadiran Universitas Sebelas Maret merupakan bentuk dari serangkaian sejarah kota Surakarta.

Di Kota Surakarta pernah berdiri pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam yang disebut sebagai Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang pernah menjadi sebuah kerajaan yang terkenal di dunia, diantaranya pernah mengadakan kontak dengan Napoleon Bonaparte dari Perancis yang kenang-kenangannya masih tersimpan di Museum Radya Pustaka.

Salah satu jalur transportasi kota Surakarta masa lalu ialah Bengawan Solo yang mengilhami Gesang mengarang lagu Bengawan Solo yang legendaris.

Kota Surakarta juga merupakan kota dilaksanakannya kongres bahasa Indonesia pertama pada tanggal 25- 27 Juni 1938.

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas