Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Nyadran Bareng Sedulur Sagan, Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Nyadran Bareng Sedulur Sagan, Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Ist
Tradisi Nyadran dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa. 

Adat tradisi nyadran tidak hanya melibatkan umat yang beragama Islam saja, tetapi pemeluk agama lain juga terlibat.

Dalam tradisi nyadran mengandung nilai-nilai budaya dan kebersamaan, dengan tradisi nyadran pula diharapkan akan terpupuk rasa kebersamaan dan meningkatkan kerukunan umat beragama.

Terihat dari kehadiran para Suster Rumah Sakit Panti Rapih mewakili umat Katholik, Tokoh agama Kristen Protestan dan Tokoh Umat Hindu dengan melakukan Doa Bersama Lintas Agama.

Ke depan, tambah Nirmala, Adat tradisi nyadran akan dikemas lebih menarik lagi, misalnya dengan beberapa hiburan rakyat dengan potensi yang dimiliki warga kampong Sagan, dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan kesenian dari masyarakat sekitar kampong Sagan.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas