Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Airlangga 'Terkudeta', Siapa Pelakunya?

Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan mundur dari jabatannya dalam sebuah video yang beredar, Ahad (11/8/2024).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Airlangga 'Terkudeta', Siapa Pelakunya?
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep serta elit partai menggelar konferensi pers usai pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2024). Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antar kedua partai guna membahas potensi kolaborasi dalam Pilkada serentak 2024. 

Luhut pun wanti-wanti jangan sampai Golkar diatur-atur orang lain.

Lalu, tekanan eksternal?

Sehari sebelum menandatangani surat pengunduran diri, Airlangga dikabarkan bertemu empat mata dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/8/2024).

Tak lama setelah keluar dari Istana, ternyata Airlangga menyatakan mundur.

Muncul banyak spekulasi dan isu yang beredar di publik.

Apakah Gibran Rakabuming Raka akan menjadi Ketua Umum Partai Golkar berikutnya menggantikan Airlangga?

Apakah Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar setelah Airlangga lengser?

Rekomendasi Untuk Anda

Menjelang lengser, Jokowi memang butuh parasut yang kuat supaya bisa "landing" atau lengser dengan "smooth" atau halus, bukan "hard landing" apalagi "crash landing".

Selain Gibran, ada sejumlah nama yang disebut kabarnya hendak menggantikan Airlangga yakni Agus Gumiwang Kartasasmita yang kini menjabat Menteri Perindustrian, dan Bahlil Lahadalia yang kini menjabat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Namun, Agus atau Bahlil hanya akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum untuk menggelar Munaslub Golkar akhir Agustus ini.

Apakah yang bisa ditafsirkan setelah pertemuannya dengan Jokowi?

Sekali lagi, kita lihat saja nanti implikasinya.

Yang jelas, Airlangga sepertinya mendapat tekanan eksternal yang tak kuasa ia elakkan.

Ini seperti tekanan eksternal yang ia alami menjelang pencalonan presiden di mana akhirnya Airlangga tak maju sebagai capres dan kemudian Golkar mendukung pasangan capres-cawapres, Prabowo Gibran-Rakabuming Raka.

Sebelum menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran, diketahui Airlangga dalam kapasitasnya sebagai Menko Perekonomian sempat diperiksa Kejaksaan Agung pada Juli 2023 dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau bahan baku minyak goreng di Kementerian Perdagangan.

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas