Hari-hari Akhir Kekuasaan Jokowi
Dengan kondisi demikian, apakah Jokowi nantinya bisa tenang pulang dan tinggal di kampung halaman? Sementara nyinyiran, kritikan makin kuat ke Jokowi
Editor:
Yulis
Persidangan masih berlangsung di PN Jakarta Pusat. Meski Jokowi pasca tanggal 20 Oktober 2024 tak lagi menjabat sebagai Presiden RI, gugatan masih berjalan karena tergugatnya Jokowi, bukan Presiden RI.
Belum tuntas gugatan tersebut, kini akun FufuFafa yang disebut pakar telematika Roy Suryo adalah milik Gibran Raka Buming Raka, sedang diadukan ke Mabes Polri.
Akun Fufufafa diadukan lantaran dianggap melakukan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan agama.
Sayangnya, aduan Edy Mulyadi terkait akun FufuFafa ditolak Polri. Edy Mulyadi diminta mengadukan ke bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) Polri.
Justru yang kena batunya adalah Roy Suryo. Mantan Menpora ini dipolisikan karena menyebut pemilik akun FufuFafa adalah Gibran. Putra sulung Jokowi juga membantah dirinya adalah pemilik akun di KasKus tersebut.
Belum selesai gugatan Rizieq Shihab dan adjuan Edy Mulyadi, putra bungsu Jokowi yang Kaesang Pangarep juga sedang menjadi sorotan. Ia juga dilaporkan ke KPK lantaran diduga menerima gratifikasi yakni menumpang pesawat jet pribadi saat perjalanan bersama istri ke Amerika Serikat.
Mantu Jokowi yakni Bobby Nasution yang sedang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sumatera Utara juga jadi sorotan karena pernah menggunakan pesawat jet pribadi bersama istri.
Posisi Jokowi di hari-hari akhir kekuasaannya ibarat pesawat sedang mendarat dengan keras. Sekitar 1 tahun lalu, masyarakat mengelu-elukan nama Jokowi dan bahkan tak sedikit yang menangis lantaran Jokowi akan mengakhiri jabatannya.
Kini dihari akhir jabatannya, jarang menemukan tangisan rakyat di sosial media yang akan kehilangan Jokowi sebagai Presiden RI.
Yang makin ramai justru pergunjingan tentang FufuFafa dan Mulyono.
Baca juga: Pasbata Desak Mabes Polri Proses Laporan Terhadap Roy Suryo Soal Fufufafa: Tunggu Aksi Lanjutannya
Padahal, hasil survei Indikator Politik pada September 2024 ini menyebut, angka kepuasan kinerja terhadap Jokowi masih 74,96 persen. Angka approval rating yang cukup tinggi atas kinerja pemerintahan Jokowi selama 10 tahun menjabat Presiden RI.
Masyarakat heran dengan kenyinyiran akun FufuFafa di platform obrolan KasKus tahun 2013-2014 yang isinya dianggap menghinakan Prabowo beserta keluarganya.
Kejengahan masyarakat terhadap Jokowi diwujudkan dengan menyebut nama Mulyono yang tak lain nama kecil Jokowi.
Meski berulangkali membantah cawe-cawe, namun publik menyebut ada peran besar Jokowi yang membuat Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah syarat batas pencalonan presiden-wapres sehingga Gibran yang belum berumur 40 tahun bisa menjadi cawapres.
Kemudian ada tuduhan adanya cawe-cawe Jokowi dalam proses penggantian secara cepat Ketua Umum Golkar yang tiba-tiba mengundurkan diri dan kemudian aklamasi memilih Bahlil Lahadalia. Lantas pembentukan Koalsi Indonesia Merdeka (KIM) sehingga hampir membuat pada Pilkada 2024 ini diikuti banyak pasangan calon tunggal atau lawan kotak kosong.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan